Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Academia Sinica Proyeksikan Ekonomi Taiwan Tumbuh 10,16% pada 2026, Tertinggi di Antara Lembaga Riset Domestik

13/07/2026 16:13
Penulis & Editor: Maidin Hindrawan
Academia Sinica Proyeksikan Ekonomi Taiwan Tumbuh 10,16% pada 2026, Tertinggi di Antara Lembaga Riset Domestik
Academia Sinica Proyeksikan Ekonomi Taiwan Tumbuh 10,16% pada 2026, Tertinggi di Antara Lembaga Riset Domestik

(Taiwan, ROC) - Lembaga riset tertinggi Taiwan, Academia Sinica pada Senin (13 Juli) merevisi naik secara signifikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Taiwan pada 2026 menjadi 10,16%. Angka tersebut menjadikan Academia Sinica sebagai lembaga kajian pertama di Taiwan yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan menembus dua digit.

Dalam proyeksi terbarunya, Academia Sinica menaikkan estimasi pertumbuhan ekonomi Taiwan dari 3,71%, yang dipublikasikan pada akhir tahun lalu, menjadi 10,16% atau meningkat 6,45 poin persentase. Proyeksi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan sejumlah lembaga riset ekonomi lainnya, termasuk Chung-Hua Institution for Economic Research (CIER) sebesar 7,22%, Taiwan Institute of Economic Research (TIER) sebesar 7,56%, serta Taiwan Research Institute (TRI) sebesar 9,33%.

Para peneliti menilai lonjakan permintaan terhadap penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama menguatnya ekspor, investasi, dan konsumsi domestik secara bersamaan, sehingga menopang laju pertumbuhan ekonomi Taiwan.

Peneliti gabungan Academia Sinica, Lin Chang-ching (林常青) mengatakan revisi besar tersebut bukan semata-mata didasarkan pada sikap optimistis terhadap prospek ekonomi, melainkan mencerminkan data ekonomi yang telah dirilis sepanjang semester pertama tahun ini serta perubahan struktural yang tengah terjadi dalam perekonomian Taiwan.

Menurut Lin, pertumbuhan ekonomi Taiwan pada kuartal pertama telah mencapai 14,55%, sementara belanja modal yang didorong oleh perkembangan AI juga jauh melampaui perkiraan sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Academia Sinica untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.

Lin mengatakan, "Pengaruh tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada dasarnya telah mereda. Di sisi lain, permintaan terhadap perangkat keras AI bukan lagi sekadar siklus bisnis seperti biasanya. Permintaan ini berkaitan dengan pembangunan infrastruktur komputasi awan, pusat komputasi berkecepatan tinggi, serta fondasi peningkatan produktivitas di masa depan. Karena itu, kami memutuskan untuk merevisi proyeksi pertumbuhan secara signifikan."

Meski demikian, Academia Sinica mengingatkan masih terdapat sejumlah faktor ketidakpastian yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi pada paruh kedua tahun ini. Di antaranya adalah keberlanjutan siklus investasi AI, terutama apakah keuntungan perusahaan mampu menopang belanja modal dalam jumlah besar.

Selain itu, kebijakan moneter dan perdagangan AS, pembatasan ekspor teknologi oleh Washington, meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, serta fluktuasi harga energi juga dinilai berpotensi mengguncang pasar keuangan global dan rantai pasok internasional.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解