Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Cho Jung-tai Mengumumkan untuk Mengusulkan Aturan Pengadaan Drone Gelombang Kedua, Berharap Dukungan dari Yuan Legislatif

15/07/2026 15:19
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Cho Jung-tai Mengumumkan untuk Mengusulkan Aturan Pengadaan Drone Gelombang Kedua, Berharap Dukungan dari Yuan Legislatif (Foto: CNA)
Cho Jung-tai Mengumumkan untuk Mengusulkan Aturan Pengadaan Drone Gelombang Kedua, Berharap Dukungan dari Yuan Legislatif (Foto: CNA)

Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) hadir dalam upacara pembukaan “Pertemuan Dewan Direksi Kamar Dagang Taiwan se-Asia ke-33” pada hari ini (15/7). Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus mempromosikan 10 insiatif AI utama dan transformasi, serta peningkatan usaha kecil dan menengah. Ia pun mengumumkan, bahwa Yuan Eksekutif akan mengusulkan aturan pengadaan drone pertahanan tahap kedua dan meminta anggaran dari Yuan Legislatif, dengan harapan dapat membangun basis industri militer yang lengkap dan lebih mengintegrasikan Taiwan ke dalam rantai pasokan non-komunis internasional.

“Pertemuan Dewan Direksi Kamar Dagang Taiwan se-Asia ke-33” digelar di Taichung pada 15 Juli, mengundang perwakilan para pebisnis Taiwan dari seluruh dunia untuk mendiskusikan situasi ekonomi dan perdagangan global serta perkembangan perdagangan Taiwan. Perdana Menteri Cho Jung-tai, Ketua Dewan Komite Urusan Tionghoa Perantauan (OCAC) Hsu Chia-ching (徐佳青), Wali Kota Taichung Lu Shiow-yen (盧秀燕), dan Wakil Ketua Yuan Legislatif Johnny Chiang (江啟臣) hadir di upacara pembukaan.

Dalam pidatonya, Cho Jung-tai menyampaikan, menghadapi restrukturisasi rantai pasokan global, perubahan geopolitik, dan transformasi jalur ganda menuju digitalisasi dan emisi nol bersih, pemerintah terus menyesuaikan tata letak industrinya. Ia menunjukkan bahwa investasi Taiwan di pasar Tiongkok pernah mencapai 83%, tetapi sekarang telah turun menjadi 3,7%, sementara investasi di Amerika Serikat telah tumbuh sebesar 78% dan investasi di negara-negara yang menerapkan Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan meningkat menjadi 30%, yang menunjukkan bahwa industri secara bertahap mengurangi ketergantungan mereka pada satu pasar dan bergerak menuju pasar internasional yang lebih terdiversifikasi dan stabil.

Cho Jung-tai menyebutkan, Yuan Eksekutif akan menginvestasikan NT$100 miliar selama delapan tahun ke depan untuk mendorong transformasi dan peningkatan usaha kecil dan menengah (UKM). Rancangan undang-undang terkait diharapkan akan diajukan ke Yuan Legislatif untuk ditinjau pada bulan September tahun ini. Selain itu, pemerintah juga mendorong 10 insiatif AI utama baru untuk memperkuat keunggulan industri semikonduktor Taiwan., selain juga memuat teknologi kuantum, robotika, dan kendaraan tanpa awak sebagai proyek pengembangan utama dan memperkuat pembangunan kekuatan AI dan komputasi nasional, dengan harapan dapat memperkenalkan teknologi AI ke semua industri dan memperluas daya saing Taiwan.

Terkait dengan tata letak industri pertahanan, Cho Jung-tai menyampaikan, terkait dengan Rancangan Undang-Undang Khusus Pengadaan Kendaraan Tak Berawak Pertahanan Mandiri yang baru-baru ini diajukan, Yuan Eksekutif akan terus mengusulkan gelombang kedua peraturan untuk pengadaan kendaraan nirawak terkait pertahanan, dengan harapan mendapatkan dukungan dari Yuan Legislatif.

Ia mengatakan, “Kita perlu mengintegrasikan industri nirawak (drone) ke dalam industri domestik, sehingga kami akan terus mengajukan gelombang kedua untuk pengadaan drone terkait pertahanan dan berupaya mendapatkan dukungan anggaran. Kami berharap Yuan Legislatif dapat mendukung hal ini. Ini adalah salah satu dari sedikit bidang dalam rantai pasokan non-merah yang berpotensi dikembangkan Taiwan untuk saat ini, juga merupakan bidang di mana seluruh kabupaten dan kota, termasuk Taichung dan Taiwan tengah untuk mengembangkan robot maupun kendaraan nirawak, berharap parlemen dapat mendukung untuk meningkatkan fondasi militer kita.”

Cho Jung-tai juga menyebutkan insiden keamanan pangan baru-baru ini yang melibatkan Central Union Oil Corp. (CUOC), menekankan bahwa untuk menghadapi produsen swasta yang sengaja menunda laporan dan menyembunyikan fakta, hanya dengan persatuan dan kerja sama pemerintah yang mengklarifikasi kebenaran secepat mungkin, barulah rakyat Taiwan dapat memiliki perlindungan yang lebih besar dalam keamanan pangan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解