Kontroversi kasus minyak goreng bermasalah Chung Lien terus berlanjut. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Taipei kemarin (15/7) mengumumkan, pihaknya telah mengaktifkan inspeksi produk minyak pada tanggal 2 Juli, juga melakukan pengambilan sampel sebanyak 30 produk minyak lain selain dari produk minyak yang dilaporkan bermasalah, diantaranya ada 1 kasus minyak Fwusow “Soybean Salad Oil” didapati mengandung kadar benzoapirena melampaui standar, sementara sisanya memenuhi standar.
Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Taipei menunjukkan, minyak Fwusow “Soybean Salad Oil” dengan tanggal kedaluwarsa 4 Oktober 2028, oleh Departemen Keamanan Pangan Pemerintah Kota Taichung mengumumkan produk minyak ini dengan nomor batch (314-1150410), didapati mengandung 2,6 μg/kg benzoapirena, melebihi standar 2,0 μg/kg, dan 29 sampel lainnya memenuhi persyaratan.
Dinas Kesehatan mengatakan bahwa terkait dengan inspeksi gelombang ke-4 dan ke-5yang dilakukan Departemen Keamanan Pangan Pemkot Taichung, inspeksi terhadap 15 pelaku usaha telah selesai pada tanggal 15 Juli, dan 2 pelaku usaha lainnya masih berjalan, juga meminta segera menarik semua produk dari rak penjualan. Selain itu, 95 pelaku usaha hilir yang memasok produk makanan olahan yang diproduksi oleh Namchow Oils & Fats Co., Ltd. telah diperiksa, dan operasi penarikan produk akan terus dipantau untuk mencegah produk minyak bermasalah beredar di pasar.
Menurut statistik dari Dinas Kesehatan, sejak 2 Juli hingga saat ini, total lebih dari 70.000 kilogram minyak dan produk olahan telah ditarik dari rak penjualan, termasuk 606,28 kilogram minyak bermasalah dari Fwusow dan Formosa Oilseed Processing Co., Ltd., tindakan preventif dengan menarik 25.691 kilogram produk minyak Taisun, dan 43.805,3 kilogram tujuh produk olahan yang diproduksi oleh Namchow Oils & Fats Co., Ltd.
Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Taipei menunjuk, 3 perusahaan katering lagi telah ditambahkan ke daftar perusahaan yang terdampak, sehingga jumlah total perusahaan katering yang terdampak di Kota Taipei menjadi 12 perusahaan, termasuk penambahan 12 sekolah yang terdampak, hingga total sebanyak 100 sekolah yang terdampak di Kota Taipei.