(Taiwan, ROC) -- Kamar Dagang Ohio bersama Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Chicago, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16/7) menggelar Exploring AI Forum di Columbus, ibu kota negara bagian Ohio.
Kepala Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Chicago Lei Yen-feng (類延峰) dalam pidatonya mengemukakan, pembangunan pusat data Kecerdasan Buatan (AI) di Ohio berkembang dengan sangat pesat. Sementara itu, Taiwan memproduksi sekitar 90% server AI dan chip AI canggih di dunia, sehingga kedua belah pihak memiliki potensi kerja sama yang sangat besar.
Menurut pers rilis Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Chicago menunjukkan, Exploring AI Forum digelar pada Kamis (16/7) kemarin di Joseph V. Canzani Center, Columbus, ibu kota negara bagian Ohio. Ohio sendiri pada tahun ini dinobatkan oleh CNBC sebagai negara bagian dengan lingkungan investasi bisnis terbaik di AS.
Dalam jamuan makan siang forum tersebut, Lei Yen-feng (類延峰) menjadi pembicara utama. Dirinya menyebutkan jika Taiwan dan AS merupakan mitra yang kuat dengan nilai-nilai bersama, seperti kemakmuran, keamanan, dan demokrasi.
Menurutnya, hubungan ekonomi dan perdagangan Taiwan-AS dalam beberapa tahun terakhir ini terus menguat. Kedua pihak tidak hanya menjadi mitra dalam penjualan senjata dan kerja sama keamanan, tetapi juga terus memperluas kerja sama di bidang industri dan perdagangan.
Lei menambahkan, Taiwan, yang terletak di pusat Rantai Pulau Pertama di Asia Timur dan berpenduduk sekitar 23 juta jiwa, telah menjadi mitra dagang terbesar keempat AS pada tahun lalu. Selain itu, sebanyak 40% dari total investasi luar negeri Taiwan kini mengalir ke AS, sementara porsi investasi Taiwan ke Tiongkok telah turun drastis, dari lebih dari 80% pada masa lalu menjadi hanya 3,8%.
Taiwan dan AS pada awal tahun ini juga menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik. Perusahaan-perusahaan Taiwan berencana menginvestasikan sebesar US$250 miliar di Negeri Paman Sam, sementara pemerintah Taiwan turut menyediakan jaminan kredit senilai US$250 miliar guna mendorong kerja sama di berbagai sektor strategis, seperti AI dan semikonduktor.
Lei Yen-feng (類延峰) juga menyampaikan jika Taiwan dan AS pada tahun ini telah menyelesaikan Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi (EPPD). Melalui mekanisme tersebut, kedua belah pihak terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan rantai pasok AI, drone, logam tanah jarang, infrastruktur digital, pengembangan talenta muda di bidang teknologi, kerja sama di negara ketiga, serta kolaborasi ekonomi.
Pers rilis tersebut juga menyebutkan jika dalam hubungan Taiwan dan Ohio, Ohio merupakan pusat manufaktur terbesar ketiga di AS, serta memegang peran penting dalam upaya reindustrialisasi negara tersebut.
Baru-baru ini, delegasi persahabatan perdagangan produk pertanian Taiwan ke AS, khususnya subdelegasi kedelai dan jagung, mengunjungi Columbus dan menandatangani MoU pembelian produk pertanian, sebagai bentuk dukungan terhadap para petani di Ohio maupun wilayah AS lainnya.
Pada Mei tahun ini, delegasi industri drone Taiwan dalam program SelectUSA mengunjungi Dayton, Ohio, guna mendorong kerja sama rantai pasok non Tiongkok antara Taiwan dan AS.
Selain itu, Thunder Tiger juga telah mendirikan pabrik di Ohio untuk memproduksi komponen utama drone. Sementara itu, Foxconn, TECO Electric & Machinery, dan SoftBank dari Jepang juga terus mematangkan rencana pembangunan pusat data di Ohio melalui kerja sama bersama.
Lei menegaskan, AI merupakan peluang besar bagi kerja sama antara Taiwan dan Ohio. Menurutnya, pembangunan pusat data AI di Ohio berkembang sangat pesat, sementara sekitar 90% server AI dan chip AI canggih di dunia diproduksi di Taiwan, sehingga potensi kerja sama kedua belah pihak sangat besar.
Senator Negara Bagian Ohio, Louis Blessing, bersama sejumlah pimpinan Kamar Dagang Ohio serta perwakilan dari kalangan pemerintah, industri, dan akademisi, membahas penerapan AI di berbagai sektor industri di Ohio dan AS, termasuk tren perkembangan dan tantangan yang dihadapi.
Forum tersebut bertujuan membantu para peserta memahami peluang dan manfaat inovasi AI, mendorong penerapan AI yang bertanggung jawab, serta meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi pasar di kemudian hari.