Sebuah unggahan di forum Dcard berhasil memantik diskusi hangat soal biaya membesarkan anak di Taiwan. Seorang pekerja sektor makanan dan minuman bergaji NT$32.000 mengaku heran mendapati rekan kerjanya yang bergaji sama, dengan istri berpenghasilan NT$38.000, mampu membesarkan dua anak.
Dengan penghasilan gabungan sekitar NT$70.000, ia penasaran bagaimana pasangan tersebut bisa bertahan. Unggahan itu langsung dibanjiri komentar yang mengerucut pada satu jawaban dominan, yaitu dukungan finansial dan pengasuhan dari keluarga besar adalah kunci utamanya.
“Rumah dari orang tua, anak dijaga orang tua, makan juga dimasakkan,” tulis seorang warganet.
Yang lain menambahkan, “Biaya terbesar membesarkan anak itu ada di jasa pengasuh dan les, dan kalau bagian ini dibantu keluarga, biaya makan dan kebutuhan sehari-hari masih masuk akal.”
Berdasarkan perhitungan Insurance Knowledge Base, estimasi biaya membesarkan satu anak dari lahir hingga usia 21 tahun di Taiwan berkisar antara NT$2,73 juta untuk pola hemat hingga NT$8,62 juta untuk pola mewah.
Fase pra-sekolah usia 0-6 tahun menjadi periode termahal secara tahunan dalam pola mewah, dengan pengeluaran mencapai NT$2,29 juta per tahun untuk biaya susu formula, popok, pengasuh, dan TK.
Sementara dalam pola hemat, total pengeluaran fase ini mencapai NT$882.000. Fase usia sekolah 7-17 tahun dan perguruan tinggi 18-21 tahun masing-masing menambah beban yang signifikan, terutama dari biaya les, bimbingan belajar, dan uang kuliah.
Di sisi lain, pemerintah Taiwan menyediakan sejumlah program subsidi yang dapat meringankan beban orang tua. Tunjangan pengasuhan anak untuk usia 0 hingga di bawah 5 tahun diberikan tanpa batasan kekayaan, dengan nominal NT$5.000 per bulan untuk anak pertama, NT$6.000 untuk anak kedua, dan NT$7.000 untuk anak ketiga ke atas.
Selain itu, ibu yang melahirkan setelah 1 Januari 2026 berhak mendapat subsidi kelahiran sebesar NT$100.000 per anak, yang dapat diajukan bersamaan saat mengurus akta kelahiran, melalui sistem secara daring, atau langsung ke kantor Biro Asuransi Ketenagakerjaan. Dengan memanfaatkan seluruh subsidi yang tersedia ditambah dukungan jaringan keluarga, membesarkan anak dengan gaji menengah ke bawah di Taiwan terbukti bukan hal yang mustahil, meski tetap memerlukan perencanaan keuangan yang cermat.