Presiden Lai Ching-te hari Selasa ini (21/7) bertemu dengan “Rombongan Parlemen Konservatif Polandia di Parlemen Eropa” (20-24 Juli 2026) di Istana Kepresidenan. Rombongan tersebut yang terdiri dari anggota delegasi Polandia dari Partai Konservatif (ECR), yang dipimpin oleh anggota dari Special Committee on the European Democracy Shield (EUDS) sekaligus mantan Perdana Menteri Polandia, Beata Szydło. Presiden Lai Ching-te menyambut hangat dan menyampaikan, kunjungan ini tidak hanya kunjungan Parlemen Eropa ke Taiwan untuk ke-3 kalinya, tetapi juga pertama kalinya dalam 2 periode terakhir dengan rombongan yang beranggotakan dari partai dan kewarganegaraan yang sama, sehingga sangat bermakna sekali.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Lai juga berterima kasih atas dukungan Parlemen Eropa di masa jangka panjang, pada tahun ini, selain meloloskan beberapa resolusi dan laporan persahabatan dengan Taiwan, juga mendukung penguatan kerja sama Taiwan-Uni Eropa di bidang teknologi drone, dan mengimbau kepada Uni Eropa untuk terus memperdalam kerja sama dengan mitra demokratis, Taiwan, serta menegaskan betapa pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme, selain mengecam “Undang-Undang Promosi Persatuan dan Kemajuan Etnis Tiongkok” pada bulan April tahun ini, yang membatasi kebebasan budaya, agama, dan bahasa, juga mendesak Tiongkok untuk mencabutnya, pada bulan lalu meloloskan resolusi untuk melawan penindasan transnasional Tiongkok. Tindakan nyata ini tidak hanya menunjukkan komitmen teguh Eropa terhadap nilai-nilai universal seperti demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi juga terus memberikan dukungan penting bagi Taiwan.
Presiden Lai mengatakan, “Terutama Taiwan dan Polandia, keduanya memiliki klister inovasi yang berkembang dengan pesat, dan dasar teknologi yang kokoh. Di dalam aspek kecerdasan buatan, semikonduktor, drone dan energi hijau sangat mengungguli dan dapat saling melengkapi. Saya berharap kedua belah pihak dapat berlanjut menelaah kerja sama, mengekspansi pasar, bergandengan tangan menciptakan rantai pasokan demokratis yang aman dan tangguh.”
Dalam sambutannya Beata Szydło mengatakan bahwa di era transformasi ekonomi dan digital global ini, membangun kemitraan yang dapat dipercaya adalah kunci untuk meningkatkan ketahanan nasional. Bagi Polandia dan Eropa, Taiwan adalah mitra yang dapat dipercaya dan saling menghormati, mengingat prestasi luar biasa Taiwan dalam teknologi baru, kecerdasan buatan, dan semikonduktor. Ia menyambut baik penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Polandia dan Taiwan, yang selanjutnya memperkuat hubungan bilateral.
Beata Szydło menegaskan, perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan tidak hanya menyangkut Taiwan saja, tetapi juga berdampak bagi keamanan dan perdamaian Eropa. Oleh karena itu, Parlemen Konservatif Polandia di Parlemen Eropa berkomitmen bahwa, persengketaan Selat Taiwan harus diselesaikan secara damai sesuai dengan hukum internasional, menentang keras penggunaan kekerasan apapun. Uni Eropa berlanjut memperkuat kerja sama dengan negara-negara demokratis yang dapat diandalkan, sementara itu, Taiwan adalah salah satu mitra penting, kunjungan kali ini memperjelas pembinaan hubungan Taiwan-Uni Eropa terus berkembang ke arah yang pragmatis, terbuka, berbasis dialog, dan jangka panjang. Polandia mengharapkan bekerja sama dengan Taiwan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.