Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Workshop Eksplorasi Karbon Perdana Digelar, MOFA: Bergandengan Tangan dengan Sahabat Menghadapi Tantangan

21/07/2026 14:17
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Kementerian Luar Negeri (MOFA) untuk pertama kalinya menggelar “Co-Carbon Compass Workshop: Carbon Credit Collaboration and Capacity Building under the Diplomatic Allies Prosperity Project”, mendapat sambutan baik dari 11 negara sahabat diplomatik. (foto: MOFA)
Kementerian Luar Negeri (MOFA) untuk pertama kalinya menggelar “Co-Carbon Compass Workshop: Carbon Credit Collaboration and Capacity Building under the Diplomatic Allies Prosperity Project”, mendapat sambutan baik dari 11 negara sahabat diplomatik. (foto: MOFA)

Selaku bagian dari program Rongbang, Kementerian Luar Negeri (MOFA) untuk pertama kalinya menggelar “Co-Carbon Compass Workshop: Carbon Credit Collaboration and Capacity Building under the Diplomatic Allies Prosperity Project”. Hari Selasa ini (21/7) MOFA menyampaikan, workshop ini mendapat respons antusias dari 11 negara sahabat diplomatik, dan mengirimkan pejabat penting dan staf profesional untuk ikut bergabung, yang sepenuhnya menunjukkan tekad dan upaya Taiwan menggandenga negara sahabat diplomatik untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, hal ini sangat bermanfaat untuk memperdalam kemitraan yang solid antara Taiwan dan negara sahabat diplomatik dalam aspek iklim dan hak karbon.

MOFA mengemukakan, workshop eksplorasi kali ini yang direncanakan dengan cermat oleh MOFA bekerja sama dengan Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI), mengundang pakar hak karbon dari dalam maupun luar negeri untuk menjadi narasumber terkait tren perkembangan “Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim” dan “Perjanjian Paris”, serta simulasi kasus dan diskusi pembahasan. Selain itu, juga mengatur kunjungan ke Kementerian Lingkungan, Dewan Kerja Sama dan Pembangunan Internasional (ICDF), ITRI, dan kunjungan fasilitas budaya, guna meletakkan dasar yang kokoh antar Taiwan dan negara sahabat diplomatiknya untuk mempromosikan transisi menuju emisi nol bersih dan kerja sama hak karbon, serta meningkatkan pemahaman situasi pembangunan Taiwan saat ini bagi kalangan pejabat dari negara-negara sahabat.

Dalam sambutan, Wamenlu Wu Chih-chung (吳志中) mengatakan, di bawah tren perkembangan tata kelola iklim global dan Perjanjian Paris, Taiwan dan negara sahabat diplomatik berkolaborasi untuk meningkatkan kekuatan dan ketangguhan kerja sama pengurangan karbon internasional dan pasar hak karbon, yang menunjukkan Taiwan dalam isu iklim internasional berperan konstruktif dan berharap dapat mendorong pertukaran dan pertumbuhan timbal balik dengan negara-negara sahabat, sehingga membangun konsensus dan momentum untuk kerja sama hak karbon bilateral dan multilateral di masa depan antara Taiwan- negara-negara sahabatnya.

Wamenlu Ger Bau-shuan memimpin acara jamuan dan menyampaikan, MOFA aktif merespons harapan mitra-mitra untuk memperdalam kerja sama sektor hak karbon, dengan mengoordinasikan kementerian terkait untuk sepenuhnya mempromosikan “Program Rongbang”. Di masa depan, melalui kemitraan publik-swasta dan kerja sama internasional, MOFA akan membantu industri hijau Taiwan dalam membangun hubungan internasional dan jangkauan global, serta memanfaatkan energi terbarukan dan daya saing industri secara tepat untuk mencapai komitmen iklim, secara efektif mengatasi tantangan perubahan iklim, dan membantu sekutu dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, yang pada akhirnya mewujudkan berbagai tujuan seperti "kemakmuran dan stabilitas nasional" dan selaras dengan konvensi internasional.

Wakil Menteri Lingkungan Hsieh Yen-ru (謝燕儒) berharap agar Taiwan bersama negara sahabat diplomatik dapat menggapai sasaran emisi nol bersih pada tahun 2050, pengalaman promosi kebijakan biaya karbon dan inisiatif lainnya, memperkuat fondasi kerja sama bilateral di masa mendatang. Duta Besar Kepulauan Marshall, Anjanette Kattil mengatakan, workshop kali ini diharapkan dapat memperomosikan pertukaran Taiwan dengan negara sahabat diplomatik, memperdalam kemitraan dan bersama-sama meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim, dan berupaya mencapai keseimbangan antara mengejar pertumbuhan ekonomi dan promosi pembangunan berkelanjutan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解