(Taiwan, ROC) Taifun Gaemi melanda Taiwan, distrik Zihguan, Kaohsiung dan Yunlin merupakan lokasi produksi pertanian utama mengalami banjir, prediksi awal perlu memakan waktu 1 bulan kondisi pertanian baru dapat normal kembali. Korporasi Pemasaran Produk Pertanian Taipei (TAPMC) mendata harga rata-rata sayuran secara keseluruhan, setelah taifun Gaemi, harga sayur-mayur selama 2 hari berturut-turut naik, ada warga yang mengaku membeli 3 buah pare seharga NT$ 400,-, satu buah kol dibrandol dengan harga NT$ 200,- ke atas, sementara ini harga sayuran daun hijau telah naik lebih 2 kali lipat.
Sayuran daun hijau yang dijual dipasar tradisional dengan harga menjulang tinggi, paling murah harga di atas NT$ 40,-. Dilihat dari data harga rata-rata dari TAPMC, sebelum taifun Gaemi melanda, harga pare, tomat atau sawi per kati berkisar NT$ 31,6 ~ NT$ 94,8; akan tetapi setelah libur taifun pada tanggal 25-26 Juli 2024 dapat waktu singkat, harga melonjak tinggi, harga tomat melambung hingga NT$ 105,7 per kati; bayam NT$ 100,8 ; pada tanggal 27 Juli 2024 harga sayuran sebagian besar agak menurun, akan tetapi harga sayur kol malah naik, satu keluarga dengan 4 anggota untuk kebutuhan makan sehari-hari setidaknya naik 20% ke atas.
Pedagang sayur bermarga Wu mengatakan, “kedepannya akan terus naik, dikarenakan ladang sudah tidak ada sayur, ditambah lagi hujan yang menyebabkan kerusakan pada produk pertanian.” Petugas Perlindungan Konsumen Tainan, Feng Chi-wen(馮祺雯) mengatakan, harga umbi-umbian, jamur produk impor relatif stabil, jadi konsumen memiliki pilihan lain.”
3 buah pare seharga NT$ 400; harga satu kol berkisar NT$ 170 ~ NT$ 250, semahal ini apakah konsumen bersedia membeli? Akan tetapi menurut pedagang sayur dalam beberapa hari ini harga sayur akan naik terus, hingga produksi stabil, harga sayur baru akan turun, perlu menunggu beberapa waktu.