Semakin gencarnya serangan dalam konflik di Timur Tengah, Komando Sentral Amerika Serikat (US Central Command) kemarin (21/7) menyampaikan, pihaknya telah melakukan serangan terhadap sasaran militer Iran selama “11 malam berturut-turut”.
Dalam sebuah postingan di platform X, Komando Sentral AS menyampaikan bahwa operasi serangan udara militer AS bertujuan untuk terus melemahkan kemampuan Iran yang menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Selain itu, konfirmasi dari militer AS menyebut, tentara ke-3 tewas akibat serangan di pangkalan militer AS di Yordania pada tanggal 17 Juli. Sebelumnya, Iran yang menembakkan rudal dan drone ke pangkalan ini, telah menewaskan 2 orang tentara AS.
Dengan dikonfirmasikannya tentara ke-3 ini tewas, maka jumlah tentara militer AS yang tewas dalam konflik ini bertambah menjadi 18 orang.
Presiden AS Donald Trump (20/7) memperingatkan, “setiap kali Iran membunuh tentara AS, maka mereka akan membayar berkali-kali lipat atas pembunuhan tersebut.”