Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

CIER Revisi Naik PDB Taiwan Jadi 10,35%, Tingkat Inflasi Tembus 2%

23/07/2026 11:19
Penulis & Editor: Amina Tjandra
CIER Revisi Naik PDB Taiwan Jadi 10,35%, Tingkat Inflasi Tembus 2% (foto: CNA)
CIER Revisi Naik PDB Taiwan Jadi 10,35%, Tingkat Inflasi Tembus 2% (foto: CNA)

Setelah Akademia Sinica memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan sebesar 10,16% beberapa hari lalu, Institut Penelitian Ekonomi Chunghwa (CIER) juga merevisi naik pertumbuhan ekonomi tahunan Taiwan menjadi 10,35% pada tanggal 22 Juli kemarin, merupakan think tank kedua yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Taiwan melebihi 10%. CIER beranggapan bahwa permintaan akan kecerdasan buatan telah menggerakan ekspor, investasi dan bersamaan dengan itu juga meningkatkan konsumsi, sehingga ekonomi Taiwan memperlihatkan “dalam dan luar panas”.

Institut Penelitian Ekonomi Chunghwa CIER mengumumkan perkiraan ekonomi terbaru pada tanggal 22 kemarin, merevisi naik PDB 2026 Taiwan sebanyak 3,13% menjadi 10,35%, juga menaikan perkiraan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) tahunan dari 1,98% direvisi naik 2,02%.

Kepala CIER Lien Hsien-ming (連賢明) menyampaikan, alasan utama merevisi naik kali ini adalah prestasi ekspor Taiwan lebih unggul dari yang diperkirakan, terutama permintaan produk terkait AI dari perusahaan teknologi besar Amerika Serikat yang terus menguat sehingga PDB untuk kuartal pertama mencapai 14,55% dan kuartal kedua sebesar 10,96%, untuk itu dapat memperkirakan PDB tahunan menembus angka 10%.

Lien Hsien-ming (連賢明) mengemukakan, selain ekspor yang bertambah pesat, investasi perusahaan juga terus bertambah, kenaikan bursa saham memberikanpengaruh pada keuangan dan juga mendorong masyarakat untuk berkonsumsi, pertumbuhan ekonomi tahun ini memperlihatkan situasi “luar dan dalam panas”.

Untuk harga barang, CIER memperkirakan CPI tahun ini sekitar 2,02% lebih tinggi dari garis standar inflasi yang sebesar 2%. Lien Hsien-ming menjelaskan, alasan utama adalah situasi Timur Tengah yang tidak stabil membuat harga bahan bakar minyak internasional naik, sehingga menaikkan sedikit perkiraan CPI. Sehubungan dengan harga minyak lebih banyak dipengaruhi oleh situasi geopolitik, jika situasi perang membaik untuk paruh akhir tahun maka harga bahan bakar minyak akan kembali turuh, tekanan inflasi juga mungkin akan berkurang.

CIER juga mengingatkan, ekonomi tahun ini juga masih akan menghadapi 4 unsur ketidakstabilan yang besar, seperti konflik Timur Tengah dan restrukturisasi rantai pasokan global, arah dari kebijakan lembaga ekonomi utama, perubahan ekonomi perdagangan Tiongkok dan antar Selat Taiwan, serta apakah keuntungan dari investasi AI masih akan terus berkembang. Apabila situasi konflik Timur Tengah kembali memburuk, dikhawatirkan akan menaikan harga sumber energi dan biaya modal pengiriman, ditambah lagi dengan tekanan dari inflasi global, bahkan mungkin akan meningkatkan risiko stagflasi.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x