Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) tanggal 24 Juli merevisi naik tingkat Produk Domestik Bruto Taiwan menjadi 10,38%, menjadi perkiraan tertinggi dari think tank domestik Taiwan. Namun pakar ekonomi juga mengingatkan, konflik Amerika dan Iran kembali mendorong naiknya harga bahan bakar minyak internasional, ditambah unsur kenaikan harga komponen elektronik AI, fenomena iklim el nino, deglobalisasi dan unsur lainnya sehingga tekanan inflasi untuk paruh tahun akhir akan semakin besar, tetapi kebijakan pemerintah untuk memperlambat kenaikan harga minyak dan listrik sehingga Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) tahun ini diharapkan masih dapat terkendali dengan angka di bawah 2%.
Dampak positif dari terus meluasnya kebutuhan akan kecerdasan buatan (AI), High Performance Computing (HPC) dan komputasi awan, ditambah dengan stabilnya pasar industri, kenaikan gaji dan deviden, dampak dari kekayaan pasar saham dan perluasan industri semikondukor dan unsur-unsur lainnya, untuk itu Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (Taiwan Institut Economy Research/TIER) merevisi naik perkiraan ekspor, investasi masyarakat sipil dan konsumsi masyarakat dari yang diperkirakan sebelumnya sebesar 7,56% pada perkiraan April lalu menjadi 10,38%, memperlihatkan pola kenaikan ekspor, investasi dan konsumsi secara bersamaan serta didukung dengan keseimbangan permintaan dalam dan luar negeri.
Kepala Pusat Prakiraan Iklim Ekonomi TIER Sun Ming-te (孫明德) menganalisa, meskipun perang Amerika – Iran sempat menghentikan kobaran apinya, tetapi kedua belah pihak masih belum mendapatkan kesepakatan, dan belakangan ini kembali timbul konflik, ditambah dengan gangguan konflik Laut Merah, Selat Hormuz dan lainnya, ini semua dikhawatirkan akan memberikan tekanan yang lebih besar untuk harga bahan bakar minyak internasional.
Selain konflik Timur Tengah, Sun Ming-te beranggapan masih ada 3 unsur lain yang patut diperhatikan tahun ini, yaitu kebutuhan AI menggerakan naiknya harga sistem memori, komponen pasif dan komponen-komponen elektronik lainnya; fenomena super el nino mengakibatkan kemarau dashyat di Benua Asia yang mengakibatkan naiknya harga bahan pangan, dan tren deglobalisasi membuat semakin meningkatkan biaya modal bagi perusahaan dalam mendirikan pabrik di luar negeri.
Meskipun demikian, TIER tetap memperkirakan Indeks Harga Konsumen (CPI) Taiwan untuk tahun ini sebesar 1,98%, angka ini mengalami revisi naik sebesar 0,09% dari perkiraan sebelumnya yang tetap berada di bawah ambang batas peringatan inflasi 2%. Presiden TIER, Chang Chien-yi (張建一) menyampaikan bahwa “tingkat harga memang merupakan masalah yang rumit” meskipun angka saat ini mendekati angka 2% yang sangat sejalan dengan perkiraan Chuang Hua Institution for Economic Research (CIER) sebesar 2,02% yang memperkirakan ke depannya bergantung pada tren harga minyak dan listrik, serta kemampuan CPC Corporation dan Taipower untuk terus menyerap tekanan biaya.