Chung Hua Primary Care Foundation (CHPCF) dan Fu Jen Chatolic University bekerja sama meluncurkan “Program Nyata GRACE”, 16 pemuda dari berbagai latar belakang medis menghabiskan 14 hari di Palau untuk melakukan kunjungan kesehatan masyarakat. Selama kunjungannya, mereka diterima oleh Presiden Palau Surangel S. Whipps Jr., bertujuan untuk memperdalam kerja sama medis dan kesehatan antara Taiwan dan Palau.
CHPCF dalam pers rilisnya menyampaikan, “Program Nyata GRACE” melibatkan 16 pemuda Taiwan berusia antara 18-30 tahun melakukan kunjungan kesehatan masyarakat selama 14 hari di Palau, mereka berkunjung ke rumah sakit nasional Palau, kantor asuransi kesehatan dan disambut langsung oleh Presiden Palau, Surangel S. Whipps Jr, juga melakukan pertukaran mendalam dengan pejabat administrasi asuransi kesehatan untuk memahami sistem perawatan kesehatan Palau, situasi penyakit kronis, dan kebijakan kesehatan masyarakat.
Yayasan CHPCF mencatat, program "Taiwan Global Pathfinders Initiative” yang dicanangkan dari Kementerian Pendidikan memberikan kepercayaan kepada Fu Jen Chatolic University untuk mengimplementasikan program nyata. Program yang direncanakan oleh Rektor Fu Jen Chatolic University Lan Yi-chen(藍易振), Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Lin Yu-wen(林瑜雯), Profesor Madya Wang Shun-mu(王舜睦), dan Penasihat Khusus Kementerian Kesehatan Palau Chen Kai-hsiang(陳愷翔), anggota tim memiliki latar belakang profesional di bidang kedokteran, kedokteran gigi, teknologi medis, kesehatan masyarakat, keperawatan, perawatan jangka panjang, dan kesehatan mulut.
Duta besar untuk Palau Chen Kang-I (陳剛毅) mengatakan, kesediaan pemuda Taiwan untuk meninggalkan lingkungan yang familiar untuk belajar dan melayani di budaya yang berbeda tidak hanya menghasilkan pertumbuhan pribadi tetapi juga menunjukkan semangat kemanusiaan Taiwan yang paling berharga. Beliau berharap kaum muda akan menjadi kekuatan penting dalam memperdalam persahabatan antara Taiwan dan Palau.
Rombongan pemuda menjelaskan inti program kepada Presiden Palau dan menyampaikan, pihaknya berharap dapat membangun fondasi data kesehatan di Palau melalui survei komunitas tentang kesehatan mulut, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, meningkatkan kesadaran kesehatan penduduk, dan meninggalkan model promosi kesehatan yang berkelanjutan.
Yayasan CHPCF menunjuk, selama program ini, 16 pemuda tersebut pergi ke komunitas, supermarket, klinik, dan jalanan, mendengarkan penduduk setempat berbagi kisah kesehatan mereka. Beberapa dari mereka proaktif memperkenalkan anggota keluarganya untuk diwawancarai, sehingga tidak hanya sekedar pendataan kesehatan masyarakat saja, tetapi juga menjadi rangkaian kisah kehidupan nyata.
Yayasan CHPCF mengatakan, tim pemuda belajar dari pengalaman Palau akan sumber daya medis yang sangat berharga, menghormati budaya yang meletakkan nilai hidup sehat, membangun kepercayaan lintas budaya, dan mengembangkan kekuatan dalam kesehatan publik. Tim pedmuda dalam program kali ini belajar untuk memahami tata cara kehidupan baru, “semula berpikir datang ke Palau untuk membantu Palau, tetapi malah menemukan datang ke Palau adalah mengubah diri sendiri”.