(Taiwan, ROC) -- Pakar Klimatologi Wu Der-rong (吳德榮) pada hari ini (31/7) menyatakan jika Taifun Lumba-lumba kini telah mencapai kekuatan yang hampir mendekati puncaknya. Berdasarkan prakiraan jalurnya, taifun tersebut diperkirakan akan melintas di antara Kepulauan Ryukyu dan Pulau Kyushu, Jepang.
Peluang wilayah yang terdampak angin badai paling tinggi diperkirakan berada di kawasan Ryukyu dan Kyushu. Sementara itu, kemungkinan wilayah utara Taiwan terkena dampaknya masih di bawah 10%, meski tingkat ketidakpastian prakiraan masih cukup tinggi.
Berdasarkan pengamatan Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) Taiwan, pada Jumat (31/7) pukul 02:00 dini hari, pusat Taifun Lumba-lumba berada di 17,8 derajat Lintang Utara dan 163,0 derajat Bujur Timur, serta bergerak ke arah barat laut-barat dengan kecepatan 19km/jam.
Wu Der-rong (吳德榮) dalam sebuah kolom platform MADF menyatakan, Taifun Lumba-lumba saat ini masih mempertahankan kecepatan angin rata-rata 60 meter per detik, menyamai rekor Taifun Bavi. Dirinya memperkirakan jika hari ini, Taifun Lumba-lumba akan mencapai puncak kekuatannya. Namun, apakah taifun tersebut mampu mencapai kecepatan angin rata-rata 63 meter per detik dan menjadi taifun terkuat tahun ini maasih perlu terus dipantau.
Wu Der-rong (吳德榮) mengemukakan, Taifun Lumba-lumba dalam lima hari ke depan diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut-barat, kemudian sedikit bergeser ke arah barat, mendekati perairan selatan Jepang.
Berdasarkan model kecerdasan buatan ECMWF AIFS terbaru, peta probabilitas dampak wilayah angin badai untuk 10 hari ke depan menunjukkan jika rata-rata jalur prediksi akan melintas di antara Kepulauan Ryukyu dan Pulau Kyushu, Jepang. Peluang wilayah yang terdampak angin badai juga diperkirakan lebih tinggi di kawasan Ryukyu dan Kyushu.
Sementara itu, kemungkinan wilayah utara Taiwan terdampak masih di bawah 10%. Namun, karena tingkat ketidakpastian prakiraan masih cukup tinggi, masyarakat tetap dihimbau untuk mencermati kemungkinan perubahan jalur taifun yang bergeser lebih ke selatan.
Mengenai kondisi cuaca di hari ini, Wu menyebutkan bahwa hari ini dan besok (1/8), tekanan tinggi subtropis di Samudra Pasifik akan sedikit menguat, sehingga kondisi atmosfer akan berangsur lebih stabil.
Sebagian besar wilayah Taiwan diperkirakan akan bercuaca cerah hingga berawan, tetapi masih terdapat peluang terjadinya hujan disertai petir secara lokal di wilayah pegunungan pada sore hari. Selain itu, suhu udara di berbagai daerah pada siang hari akan terasa cukup panas, sehingga masyarakat dihimbau untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari dan mewaspadai risiko sengatan panas.
Wu Der-rong (吳德榮) menyebutkan, berdasarkan simulasi model cuaca terbaru, pada periode 2-5 Agustus, tekanan tinggi Pasifik akan mendominasi wilayah Taiwan, sehingga kondisi atmosfer akan lebih stabil.
Bertepatan dengan puncak musim panas, sebagian besar wilayah diperkirakan akan mengalami cuara cerah dan panas. Masyarakat dihimbau untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari, serta mewaspadai risiko sengatan panas.
Wu menunjukkan, kandungan uap air di atmosfer pada 6 Agustus nanti akan mulai meningkat, sehingga peluang terjadinya hujan petir lokal pada sore hari juga akan bertambah.
Sementara itu, pada periode 7-9 Agustus, sirkulasi luar Taifun Lumba-lumba diperkirakan akan mendekati Taiwan secara bertahap, sehingga wilayah utara Taiwan kembali berpotensi mengalami hujan. Namunk lantaran tingkat ketidakpastiannya masih tinggi, maka perkembangan selanjutnya masih perlu terus dipantau.