Taifun Dolphin terus bergerak stabil ke arah barat-barat laut dipandu arus kemudi lingkungan, dan pakar klimatologi Lin De-en (林得恩) menyatakan bahwa Jumat (7/8) akan menjadi momen di mana pusat taifun berada paling dekat dengan Taiwan. Sementara itu, periode puncak dampak taifun diperkirakan jatuh pada Sabtu (8/8) dan Minggu (9/8), di mana seluruh wilayah Taiwan berpeluang diguyur hujan secara bersamaan.
Intensitas curah hujan diperkirakan berkisar antara tingkat hujan lebat hingga sangat lebat, dengan konsentrasi terbesar di bagian tengah ke utara serta wilayah timur laut. Kawasan pegunungan juga akan mengalami intensitas hujan pada level yang sama, sementara setelah taifun menjauh pada hari Sabtu dan angin barat daya mulai berpengaruh, kelembapan udara di kawasan pegunungan Kaohsiung dan Pingtung turut diprediksi meningkat signifikan.
Dalam proses pergerakannya menuju Taiwan, Lin De-en menjelaskan bahwa Dolphin akan memasuki wilayah perairan dengan geser angin vertikal yang lebih besar, ditambah pengaruh masuknya udara kering dari utara selama pergerakan ke arah barat.
Kombinasi faktor ini diperkirakan akan sedikit melemahkan intensitas taifun saat mendekati Taiwan, dengan proyeksi kekuatan berkisar antara taifun sedang hingga batas atas taifun ringan.
Meski demikian, radius badai angin level 7 menunjukkan bahwa Dolphin tetap dikategorikan sebagai taifun berskala besar. Tren berbelok ke utara kini dinilai sudah sangat jelas, dengan model ECMWF Eropa, model numerik berbasis kecerdasan buatan, dan model fisika yang kini menunjukkan pandangan semakin selaras mengenai jalur pergerakan taifun ini.
Satu perkembangan baru yang turut menarik perhatian adalah kemunculan Taifun Kujira yang terbentuk di dekat Kepulauan Filipina pada Rabu (5/8) dini hari. Namun Lin De-en menilai taifun ini diperkirakan memiliki masa hidup yang sangat singkat, tidak lebih dari 24 jam, sehingga dampaknya terhadap situasi cuaca secara keseluruhan akan sangat terbatas.
Fokus utama pemantauan tetap tertuju pada Dolphin yang pergerakannya kini semakin mendekati Taiwan. Dengan jalur berbelok ke utara yang sudah terkonfirmasi oleh berbagai model prediksi, masyarakat di seluruh wilayah Taiwan diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) dan mempersiapkan diri menghadapi dampak hujan lebat serta angin kencang yang diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir pekan ini.