(Taiwan, ROC) Pemilihan presiden AS akan berlangsung minggu depan, seluruh dunia tengah menyoroti hasil pemilu AS. Berkaitan dengan hal yang paling diperhatikan Taiwan adalah pengaruh kebijakan terhadap Taiwan, terutama pimpinan AS di masa mendatang apakah akan mengadopsi “strategi secara tegas” atau “strategi secara ambigu”? Beberapa pakar yakin bahwa siapa pun yang terpilih, baik Donald J. Trump maupun Kamala Harris, maka pemerintah AS akan condong ke arah “strategi secara ambigu”, namun ada pakar yang menganalisa bahwa Kamala Harris akan menerapkan “strategi secara ambigu”, sedangkan Donald J. Trump pernah menyampaikan mencanangkan pemikiran yang berbeda, maka jika terpilih apakah akan melakukan penyesuaian, masih perlu diamati dengan cermat.
Mengenai kemungkinan dampak yang terjadi setelah pemilu AS terhadap hubungan regional, AS-RRT dan lintas selat, National Chengchi University (NCCU) Academic Hub, Profesor Kuo Chien-wen (寇健文) mengatakan, hubungan AS-RRT masih didominasi dengan bentuk perlawanan, meskipun kedua belah pihak merasakan kondisi berubah menjadi tidak aman, akan tetapi tetap pegang kendali terhadap risiko yang dapat terjadi.
Sedangkan pihak RRT dengan tindakan yang diambil terhadap Taiwan, Profesor Kuo Chien-wen (寇健文) mengatakan, RRT tidak akan mengubah strategi dua sisi yakni perang dan perdamaian, dan berniat menguasai selat Taiwan, ini mencerminkan hubungan lintas selat akan muncul fenomena “itikad baik secara verbal, namun faktanya situasi tegang tidak berubah”.
Asisten peneliti Institute Hubungan Internasional NCCU, Tseng Wei-feng (曾偉峯) menganalisa bahwa setelah pemilu AS, para stakeholder yang berkepentingan dengan hubungan lintas selat, termasuk AS, RRT, Jepang dan Korea Selatan, seharusnya melakukan penyesuaian strategis. Penyesuaian ini kemungkinan besar mempunyai konsekuensi tertentu bagi Taiwan. Mengenai tingkat risiko strategis, Tseng Wei-feng (曾偉峯) mengatakan, "Jika Trump terpilih, apakah aliansi AS-Jepang-Korea Selatan akan berlanjut, akan berkemungkinan membawa pengaruh situasi keamanan di Semenanjung Korea atau Laut Timur dan kemudian memengaruhi hubungan lintas selat, atau tindakan yang diambil RRT terhadap Taiwan, semua ini masih perlu diamati setelah pemilu AS.”
Tseng Wei-feng menekankan, apapun hasil pemilu AS, Taiwan harus mengantisipasi berbagai kondisi yang dapat terjadi, siap menanggapi perubahan situasi dan kemungkinan risiko yang muncul setelah pemilu AS.