Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Wapres: Taiwan adalah Pilar Penting Stabilitas Kawasan, Bukan Pulau yang Tunduk pada Tekanan Rezim Otoriter

05/08/2026 13:42
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Wapres: Taiwan adalah Pilar Penting Stabilitas Kawasan, Bukan Pulau yang Tunduk pada Tekanan Rezim Otoriter
Wapres: Taiwan adalah Pilar Penting Stabilitas Kawasan, Bukan Pulau yang Tunduk pada Tekanan Rezim Otoriter

Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim (蕭美琴) pada Selasa (4/8) menyatakan, Taiwan sering dipandang sebagai garis terdepan dalam ketegangan geopolitik, tetapi Taiwan bukanlah pulau yang pasrah terhadap tekanan rezim otoriter, melainkan kekuatan penting yang teguh mempertahankan kebebasan, menjaga perdamaian, serta stabilitas kawasan. Wapres Hsiao menegaskan, semakin kuat Taiwan, maka semakin stabil kawasan Indo-Pasifik, dan semakin aman pula dunia.

Wapres Hsiao Bi-khim (蕭美琴) menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri jamuan makan siang Forum Ketagalan: Dialog Keamanan Indo-Pasifik 2026 pada Selasa (4/8) kemarin. Seusai acara, dirinya juga mengunggah pernyataan tersebut melalui akun Facebook pribadinya.

Wapres mengemukakan, Taiwan sering dipandang sebagai garis terdepan dalam ketegangan geopolitik, tetapi “kami sama sekali bukan pulau yang pasrah dan dapat dipermainkan oleh rezim otoriter.” Sebaliknya, Taiwan merupakan kekuatan penting yang teguh mempertahankan kebebasan, menjaga perdamaian, dan memelihara stabilitas kawasan.

Dirinya menambahkan, ancaman di zona abu-abu, operasi disinformasi, serta perang psikologis saat ini terus berupaya melemahkan masyarakat Taiwan.

Selain itu, UU Promosi Persatuan dan Kemajuan Etnis yang baru-baru ini diberlakukan oleh Tiongkok juga dinilai bertujuan menyediakan dalih hukum bagi tindakan represi lintas negara, melalui ketentuan yang bersifat samar serta penerapan hukum yang selektif.

Wapres Hsiao menyebutkan, ketika otoritarianisme berkembang tanpa kendali, maka tidak ada seorang pun yang dapat menganggap dirinya tidak terdampak. Menurutnya, setiap negara dan setiap masyarakat yang menghargai kebebasan harus berdiri di garis pertahanan yang sama.

Dirinya menunjukkan, Taiwan terus memperkuat kemampuan pencegahan dan pertahanannya, sekaligus meningkatkan ketahanan pertahanan seluruh masyarakat.

Taiwan ke depanny juga akan terus memperdalam kemitraan global yang berlandaskan kepercayaan, bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki nilai dan pandangan serupa guna membangun rantai pasok yang aman, tangguh, dan dapat dipercaya, serta bersama-sama melindungi kebebasan, demokrasi, dan cara hidup masyarakat Taiwan.

Selain itu, Wapres Hsiao Bi-khim (蕭美琴) juga mengunggah video pidatonya di kanal YouTube pribadinya, lengkap dengan subtitle dalam bahasa Mandarin dan Inggris. Dalam video tersebut, dirinya menegaskan jika semakin kuat Taiwan, maka semakin stabil kawasan Indo-Pasifik, dan semakin aman pula dunia.

Wapres menyebutkan, di tengah dunia yang berubah dengan sangat cepat, keamanan ekonomi adalah bagian dari keamanan nasional. Saat ini, Taiwan terus memperdalam kemitraan global yang dibangun atas dasar saling percaya, bekerja sama dengan negara-negara demokrasi yang memiliki nilai dan pandangan serupa, serta memanfaatkan perdagangan dan teknologi untuk membangun rantai pasok yang aman, tangguh, dan dapat dipercaya. Menurutnya, model kerja sama yang berlandaskan nilai-nilai bersama tersebut akan memastikan perkembangan ekonomi Taiwan tidak menjadi alat tekanan atau pemaksaan oleh rezim otoriter.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解