Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Sudut Belokan Taifun Dolphin 8 Agustus Jadi Penentu Nasib Taiwan, Pakar Paparkan Skenario dan Garis Waktu Dampak

06/08/2026 09:34
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Sudut Belokan Taifun Dolphin 8 Agustus Jadi Penentu Nasib Taiwan, Pakar Paparkan Skenario dan Garis Waktu Dampak (Foto: CWA)
Sudut Belokan Taifun Dolphin 8 Agustus Jadi Penentu Nasib Taiwan, Pakar Paparkan Skenario dan Garis Waktu Dampak (Foto: CWA)

Sudut belokan Taifun Dolphin ke arah utara pada 8 Agustus 2026 mendatang menjadi faktor kritis yang akan menentukan seberapa besar ancaman badai ini terhadap Taiwan. Pakar klimatologi di Taiwan, Wu De-rong (吳德榮), menjelaskan bahwa berdasarkan simulasi model ECMWF terbaru, pergerakan Dolphin setelah 8 Agustus sangat bergantung pada kecepatan melemahnya sistem tekanan tinggi di utara.

Jika tekanan tinggi melemah dengan lambat, taifun akan terus bergerak ke barat mendekati daratan Tiongkok sebelum akhirnya berputar balik, dan skenario ini akan membawa dampak cuaca signifikan bagi Taiwan.

Sebaliknya, jika Dolphin langsung berbelok ke utara begitu memasuki wilayah selatan Laut Tiongkok Timur, dampaknya terhadap Taiwan akan sangat minim. Saat ini Dolphin masih mempertahankan kekuatannya sebagai taifun sedang berskala besar dan terus bergerak stabil ke arah barat menuju sekitar Kepulauan Ryukyu pada 7 Agustus sebelum memasuki Laut Tiongkok Timur pada 8 Agustus.

Situasi di Pasifik Barat kini semakin kompleks dengan kehadiran tiga taifun yang aktif secara bersamaan, meski Wu De-rong menegaskan ketiganya tidak memenuhi syarat untuk saling memengaruhi melalui efek Fujiwhara.

Taifun Kujira yang berada di perairan dekat barat Pulau Luzon diperkirakan akan segera mendarat di Luzon dan melemah menjadi sistem tekanan rendah tropis, sehingga dampaknya terhadap situasi keseluruhan sangat terbatas. Sementara itu, Taifun Chan-hom bergerak ke arah barat laut menuju perairan timur Jepang tanpa memengaruhi wilayah Asia Timur lainnya. Fokus pemantauan tetap tertuju sepenuhnya pada Dolphin yang pergerakannya kini semakin mendekati kawasan perairan Taiwan.

Dampak Dolphin terhadap Taiwan akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa fase. Pada Kamis (6/8), angin di sekitar Taiwan beralih menjadi angin timur laut dengan hujan rintik-rintik lokal di wilayah utara dan hujan badai petir di kawasan pegunungan tengah-selatan pada sore hari.

Memasuki Jumat (7/8), sirkulasi luar taifun mulai terasa dengan wilayah utara, tengah, dan selatan beralih ke cuaca hujan berkala. Puncak dampak jatuh pada Sabtu dan Minggu (8-9/8), di mana intensitas hujan di wilayah barat meningkat tajam disertai penurunan suhu yang membuat cuaca terasa lebih sejuk, sementara wilayah timur khususnya Yilan dan Hualien justru harus mewaspadai suhu ekstrem akibat fenomena angin fohn di lereng belakang angin. Seluruh wilayah Taiwan pada periode ini juga diimbau mewaspadai potensi embusan angin kencang.

Setelah taifun menjauh mulai Senin (10/8), aliran udara di Taiwan beralih menjadi angin barat daya yang basah hingga Rabu (12/8), di mana wilayah barat daya harus bersiap menghadapi hujan lebat lokal atau badai petir, sementara wilayah utara dan tenggara kembali mengalami cuaca sangat panas dengan potensi hujan petir lokal pada sore hari akibat atmosfer yang tidak stabil.

Kondisi mulai mereda pada Kamis hingga Sabtu (13/8-15/8) seiring melemahnya hembusan angin barat daya, meski kelembapan udara yang masih relatif tinggi tetap berpotensi memicu hujan di wilayah barat daya pada pagi hari dan hujan lokal di kawasan pegunungan pada sore hari. Wu De-rong menekankan bahwa ketidakpastian jalur Dolphin masih cukup tinggi dan masyarakat diimbau terus memantau pembaruan informasi resmi dari Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) secara berkala.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解