Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Bertemu dengan Brookings Institution, Presiden Lai Berharap Memperdalam Pertukaran dan Kerja Sama Taiwan-AS

06/08/2026 13:56
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan Brookings Institution, dan menyampaikan apresiasi kepada wadah pemikir AS yang menaruh perhatian kepada Taiwan di masa jangka panjang dan menjembati hubungan Taiwan-AS . (foto:CNA)
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan Brookings Institution, dan menyampaikan apresiasi kepada wadah pemikir AS yang menaruh perhatian kepada Taiwan di masa jangka panjang dan menjembati hubungan Taiwan-AS . (foto:CNA)

Presiden Lai Ching-te bertemu dengan delegasi think tank terkemuka AS, Brookings Institution kemarin (5/8). Presiden Lai pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada Brookings Institution atas perhatiannya kepada Taiwan di masa jangka panjang, wawasan penelitian yang dilakukannya menjadi jembatan penting agar Taiwan-AS dapat saling memahami.

Presiden mengemukakan, tahun ini menandai peringatan 250 tahun berdirinya AS, juga memperingati pemilihan presiden langsung di Taiwan memasuki ke-30 tahun. Selain memperingati perkembangan demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia pada tahun yang sama, kedua belah pihak berhasil menyelenggarakan Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi AS-Taiwan ke-6 awal tahun ini, bersama-sama menandatangani Deklarasi Kemakmuran Silikon dan Pernyataan Bersama tentang Kerja Sama Ekonomi dan Keamanan Taiwan-AS, meletakkan dasar yang kokoh untuk kerja sama di industri semikonduktor dan teknologi canggih.

Presiden Lai mengatakan, pemerintah Taiwan saat ini tengah aktif membanttu berbagai industri untuk melakukan penerapan AI, berupaya membangun Taiwan menjadi pulau kecerdasan buatan, dan memperkuat pengembangan tiga teknologi kunci: fotonik silikon, teknologi kuantum, dan robotika. Lebih lanjut, Taiwan bertujuan untuk menjadi pusat pengembangan drone global di Asia; oleh karena itu, pemerintah berinvestasi besar-besaran dalam rencana pengembangan industri drone, mengusung anggaran pertahanan khusus untuk pengadaan kendaraan nirawak, dan membangun sistem ofensif dan defensif drone.

Presiden Lai mengatakan, menghadapi ekspansi otoritarianisme yang semakin berekspansi, restrukturisasi rantai pasokan global, dan gelombang AI, Taiwan berharap dapat memperdalam kemitraannya dengan ASdi berbagai bidang.

Presiden Lai mengatakan, “Kami yakin, baik itu perkembangan rantai pasokan AI, infrastruktur AI atau pembinaan SDM bertalenta teknologi canggih, dapat dipastikan ada ruang untuk pertukaran dan kerja sama yang lebih erat antara Taiwan dan AS. Kami mengharapkan Taiwan-AS bersama-sama menciptakan rantai pasokan drone non-merah, saling mempromosikan perkembangan industri, juga berkontribusi untuk perdamaian dan stabilitas dunia.”

Presiden Lai menekankan, Taiwan yang berada di garis depan pertahanan demokrasi dunia, memiliki tekad yang teguh untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan menjaga cara hidup yang bebas dan demokratis. Taiwan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, dengan bertanggung jawab, menjaga status quo, perdamaian dan stabilitas regional. Seperti latihan militer Han Kuang yang diterapkan, bertujuan untuk terus mengintegrasikan pemerintah pusat dan daerah, sektor publik dan swasta, dan meningkatkan efisiensi operasi integrasi militer-sipil, agar Taiwan semakin tangguh dalam menanggapi berbagai tantangan.

Dalam sambutannya, Direktur Brookings Institution Ryan Hass mengatakan, terlepas dari hubungan lintas selat yang tegang atau damai, dari partai politik mana pun yang berkuasa di Taiwan, apakah itu masa pandemia tau tidak? Brookings Institution menjalani penelitian tahunan untuk melakukan kunjungan ke Taiwan, yang menunjukkan pihaknya sangat mementingkan hubungan Taiwan-AS, menjaga kepentingan bilateral, demokrasi, dan saling menghormati. Ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan ke Taiwan tahun ini akan berfokus pada teknologi dan keamanan nasional, dengan harapan dapat berkontribusi pada penguatan perdamaian dan stabilitas serta memperdalam hubungan AS-Taiwan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解