Latihan militer tahunan Han Kuang tengah berlangsung. Presiden Lai Ching-te (賴清德), dalam kapasitasnya sebagai panglima tertinggi dari Tiga Angkatan Bersenjata, berpartisipasi dalam Latihan Wanjun pada Rabu (5/8) malam hari.
Latihan ini mensimulasikan situasi ketika muncul kekhawatiran keamanan di Istana Kepresidenan atau kediaman resmi presiden, di mana pihak militer menggunakan metode darat atau udara seperti kendaraan lapis baja Cloud Leopard dan helikopter Black Hawk untuk mengawal presiden dan wakil presiden menuju ke lokasi yang aman.
Sementara itu, kendaraan yang bertugas melakukan pengawalan tersebut dikenal oleh personel keamanan nasional sebagai "Kendaraan Wanjun (萬鈞車)".
Istana Kepresidenan merilis video terkait latihan tersebut pada Kamis pagi hari ini (6/8). Dalam rekaman tersebut, Presiden Lai Ching-te dan Sekjen Istana Kepresidenan Pan Men-an (潘孟安), dengan dikawal oleh personel keamanan, mengenakan helm dan rompi antipeluru saat menaiki kendaraan lapis baja roda delapan CM32 Cloud Leopard buatan dalam negeri.
Di bawah panduan sepeda motor besar dan kendaraan Humvee dari Kompi Reaksi Cepat Komando Polisi Militer 202, kendaraan tersebut melaju cepat keluar dari Barak Polisi Militer Zhong Ai yang berada di samping Istana Kepresidenan, menuju Markas Besar Kementerian Pertahanan Nasional di Dazhi, dan memasuki Pusat Komando Hengshan.
Hal yang patut dicatat adalah, guna menghindari bidikan penembak jitu musuh, konvoi Wanjun bergerak dengan membagi diri ke dalam beberapa rute perjalanan, sehingga musuh tidak dapat mengunci lokasi pasti presiden. Selain itu, beredar kabar bahwa personel pelatihan militer Amerika Serikat juga berada di lokasi untuk memantau, menunjukkan bahwa pihak Amerika Serikat menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap rute evakuasi konvoi Wanjun.
Di samping itu, ini juga merupakan pertama kalinya bagi Presiden Lai Ching-te sejak menjabat untuk secara langsung berpartisipasi dalam latihan militer dalam kapasitasnya sebagai panglima tertinggi Tiga Angkatan Bersenjata, sehingga pentingnya latihan ini tidak perlu diragukan lagi.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara Istana Kepresidenan, Karen Kuo (郭雅慧), menyatakan bahwa sejalan dengan perencanaan menyeluruh dari latihan tersebut, Kepala Negara beserta anggota timnya melakukan simulasi komando operasi pertahanan dan keberlangsungan operasional pemerintahan dalam kondisi darurat.
Langkah ini dilakukan guna memeriksa sistem komando, koordinasi lintas departemen, serta mekanisme tanggap darurat, untuk memastikan bahwa pemerintah tetap dapat beroperasi secara efektif saat menghadapi berbagai situasi darurat, sekaligus terus melindungi keamanan negara dan kehidupan masyarakat.