Pameran bertajuk Taiwan Higher Education Fair Indonesia 2026 (THEFI) resmi dibuka pada tanggal 1 Agustus di ibu kota Indonesia, Jakarta. Sebanyak 65 universitas Taiwan dan 165 perwakilan dari berbagai sekolah berpartisipasi dalam pameran yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 9 Agustus di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Ini merupakan pameran pendidikan tinggi luar negeri Taiwan dengan skala terbesar pada tahun 2026. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia (TETO), Bruce Hung (洪振榮), menyatakan bahwa saat ini terdapat hampir 19.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan, menjadikan Indonesia sebagai sumber mahasiswa internasional terbesar kedua bagi Taiwan setelah Vietnam.
Taiwan memiliki rantai pasokan industri semikonduktor yang lengkap, yang tidak hanya menawarkan program studi teknologi tinggi bagi mahasiswa asing, tetapi juga menyediakan kesempatan magang selama masa studi serta peluang kerja setelah lulus.
Kementerian Pendidikan di Taiwan (MOE) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan terbesar di Asia Tenggara, dengan usia rata-rata penduduk sekitar 30 tahun, di mana proporsi pelajar mudanya sangat tinggi.
Struktur populasi muda Indonesia ini sangat selaras dengan strategi internasionalisasi pendidikan tinggi Taiwan, menjadikannya pasar utama untuk penerimaan mahasiswa luar negeri. Pada tahun 2025, jumlah mahasiswa program gelar asal Indonesia mencapai 13.957 orang, sedangkan mahasiswa non-gelar sebanyak 4.783 orang, yang sebagian besar menempuh studi di tiga bidang utama, yaitu teknik industri, manajemen bisnis, serta teknologi informasi dan komunikasi.
MOE menekankan bahwa pendidikan tinggi Taiwan memiliki kualitas bersertifikasi internasional serta lingkungan belajar yang beragam dan ramah. Berdasarkan QS World University Rankings 2027, terdapat 4 universitas di Taiwan yang masuk dalam jajaran 200 besar dunia, 8 universitas masuk dalam 500 besar, dan 27 universitas masuk dalam daftar peringkat universitas dunia, yang menunjukkan kualitas pendidikan luar biasa dan daya saing internasional.
Selain itu, berbagai universitas di Taiwan juga menyediakan program kuliah berbahasa Inggris yang melimpah. Ditambah dengan karakteristik masyarakat yang bebas, beragam, dan aman, Taiwan menjadi destinasi studi ideal bagi mahasiswa internasional. Banyak universitas juga menyediakan ruang salat dan makanan halal bagi mahasiswa Muslim asal Indonesia, sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman di Taiwan.
MOE menyebutkan bahwa pameran pendidikan kali ini diselenggarakan bersama oleh Ikatan Alumni Taiwan di Indonesia (ICATI) dan Komite Penerimaan Mahasiswa Asing Bersama, dengan bimbingan bersama dari MOE dan TETO. MOE menyambut hangat lebih banyak pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di Taiwan dan menjadi jembatan yang mendorong perkembangan masa depan kedua negara.