(Taiwan, ROC) - Sejak gempa bumi yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang pada 28 Juli, masyarakat Taiwan terus memberikan perhatian terhadap upaya pemulihan di daerah terdampak. Hingga kini, total donasi yang terkumpul telah melampaui NT$200 juta, sepenuhnya mencerminkan eratnya persahabatan antara Taiwan dan Jepang.
Demikian diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) saat menerima kunjungan delegasi Japan Forum for Strategic Studies (JFSS) dan Asosiasi Republik Formosa (FRA) Taiwan pada 7 Agustus, yang dipimpin oleh mantan Menteri Pertahanan Jepang dan anggota Majelis Rendah, Itsunori Onodera.
Dalam siaran pers pada tanggal 8, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengutip Lin yang mengatakan bahwa setelah gempa Kumamoto, MOFA segera membuka rekening khusus untuk menerima donasi yang hingga kini, telah terkumpul lebih dari 15.000 transaksi donasi dengan nilai melebihi NT$200 juta. Jumlah tersebut belum termasuk sumbangan dari perusahaan-perusahaan Taiwan, seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang memiliki pabrik cabang di Kumamoto.
Menurut MOFA, JFSS dan FRA telah lama memberikan perhatian terhadap situasi serta penanganan berbagai kondisi darurat di kawasan Indo-Pasifik. Dalam kunjungan kali ini, untuk pertama kalinya kegiatan simulasi kebijakan digelar di Taiwan dengan mempertemukan anggota parlemen Jepang serta para pakar dari Taiwan, Jepang, dan Amerika Serikat.
Kegiatan tersebut dinilai menunjukkan tingginya perhatian berbagai pihak terhadap upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Selain memperdalam kemitraan Taiwan-Jepang-Amerika Serikat, kegiatan ini juga diharapkan memperluas pertukaran pengalaman dan mendorong ketiga pihak bersama-sama berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.