Latihan Han Kuang No.42 dari tentara nasional telah memasuki fase operasi pertahanan mendalam. Brigade ke-601 Angkatan Darat pagi ini (11/8) melakukan latihan pasokan lapangan di Taoyuan, membangun titik-titik pasokan menggunakan tali pengangkut kantung penyimpanan bahan bakar.
Para ahli menganalisis, penggunaan kantung minyak bahan bakar untuk menyiapkan area kerja dapat menghindari hambatan medan atau lalu lintas, tapi prosesnya lebih sulit, menunjukkan pelatihan militer terus mengarah ke tujuan “pertempuran realistis” dalam skenario pertempuran sesungguhnya.
Latihan tahunan militer Republik Tiongkok (ROC) “Han Kuang 42” yang berlangsung selama 10 hari 9 malam telah memasuki hari ke-7. Skenario latihan memasuki fase operasi pertahanan mendalam. Brigade ke-601 Angkatan Darat menggelar “operasi pengisian bahan bakar dan amunisi darurat” di tepi Sungai Dahan, Taoyuan untuk memverifikasi kemampuan keberlanjutan operasional unit dalam pengisian ulang di lapangan.
Dalam skenario, diasumsikan bahwa pasukan musuh telah maju ke wilayah utara Taiwan. Selama jeda tembakan musuh, unit helikopter dari Korps Penerbangan Angkatan Darat segera kembali ke area perlindungan untuk pengisian ulang bahan bakar. Di lapangan, helikopter Black Hawk UH-60M pertama mengangkut tangki bahan bakar dengan kapasitas 500 galon menggunakan tali tarik dan menjatuhkannya ke area kerja, dilanjutkan dengan diikuti oleh pasukan darat yang membantu menyiapkan sistem pengisian bahan bakar depan (AAFARS). Selanjutnya, 3 helikopter, Apache AH-64E, Black Hawk UH-60M, dan Kiowa OH-58D memasuki lokasi secara berurutan untuk melakukan pengisian bahan bakar dan pemuatan amunisi di tempat, yang diselesaikan dalam waktu 30 menit.
Jika dibandingkan dengan Han Kuang No.41 di tahun lalu yang menggunakan truk tangki untuk mendirikan titik pasokan lapangan, kali ini Korps Penerbangan Angkatan Darat memilih operasi pengisian ulang bahan bakar menggunakan tali pengangkut kantung minyak. Chieh Chung (揭仲), peneliti madya di Institut Pertahanan Nasional dan Penelitian Keamanan yang mengamati di lokasi menganalisis, bahwa lokasi titik pengisian ulang ini lebih sempit, dikelilingi banyak rintangan, menunjukkan skenario operasional yang dekat dengan garis depan, dengan transportasi yang mungkin terganggu di dekatnya, membuat pengisian ulang bahan bakar menggunakan tali pengangkut kantung minyak sangat diperlukan.
Ketiga helikopter tempur tersebut terbang rendah di sepanjang sungai untuk menuju area pelatihan. Waktu operasionalnya sangat singkat dan langsung lepas landas setelah selesai, menunjukkan militer tengah menekankan pelatihan “pertempuran realistis” untuk mensimulasikan skenario medan perang nyata.
Selain itu, tentara penerbangan angkatan juga terlihat menggunakan senapan T112 produksi lokal Taiwan dan “four band anti-drone jammer gun” yang dikembangkan oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan untuk pertahanan udara. Pihak militer menjelaskan, setelah menerima perintah, unit logistik darat segera bergerak ke area pasokan utama, memulai operasi medan perang. Lokasi tidak tetap, tapi dipilih secara fleksibel sesuai kebutuhan operasional.