Forum “Masa Depan Baru AI Medis, Taiwan Terhubung dengan Dunia” 2026, yang diselenggarakan oleh Ditjen Perdagangan Internasional Kementerian Perekonomian Taiwan dan dilaksanakan oleh Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA), digelar pada hari ini (11/8) di Taipei. Forum tersebut berfokus pada penerapan AI dan teknologi medis cerdas, serta strategi perusahaan Taiwan untuk memasuki pasar internasional. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 pelaku industri kesehatan dan alat kesehatan.
Dalam sebuah wawancara kepada media, Ketua TAITRA, James C. F. Huang (黃志芳) mengemukakan, masyarakat dunia kini telah memasuki era kecerdasan buatan (AI). AI sedang mengubah berbagai industri, teknologi, serta model bisnis, dan dampaknya terlihat semakin jelas khususnya di sektor kesehatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, baik melalui penyelenggaraan Pameran Medis & Layanan Kesehatan Internasional Taiwan maupun pembukaan Paviliun Smart Healthcare dalam pameran citra Taiwan di luar negeri, hampir seluruh perusahaan peserta yang terlibat telah mengadopsi teknologi AI. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan jika integrasi AI dengan sektor medis telah menjadi salah satu tren penting dalam perkembangan industri.
James C. F. Huang (黃志芳) menunjukkan, Taiwan memiliki keunggulan yang sulit digantikan oleh negara lain dalam mengembangkan AI di bidang medis. Jika teknologi, data, dan pengalaman klinis dapat diintegrasikan, maka hal tersebut akan menjadi keunggulan kompetitif penting bagi Taiwan dalam membawa teknologi kesehatan cerdasnya ke pasar internasional.
Selain pertukaran teknologi dan pengalaman, TAITRA juga ingin mengubah keunggulan Taiwan dalam bidang AI medis menjadi peluang bisnis nyata. James menyebutkan, TAITRA melalui kantor perwakilan Taiwan di berbagai negara telah mengundang sebanyak 34 pembeli internasional dari 11 negara untuk datang ke Taiwan. Para pembeli tersebut berasal dari institusi medis besar dan perusahaan alat kesehatan.
Pada sore harinya, para pembeli tersebut akan melakukan sekitar 200 pertemuan penjajakan bisnis dengan 113 perusahaan Taiwan. Bidang yang dibahas mencakup produk medis, alat kesehatan, kecantikan, serta makanan kesehatan dan suplemen.
Terkait perkiraan nilai peluang bisnis yang dapat dihasilkan, James C. F. Huang (黃志芳) mengemukakan, jumlah pastinya masih harus menunggu hingga seluruh pertemuan bisnis selesai dan masukan dari para pelaku usaha dikumpulkan. Namun, karena sebagian besar pembeli yang datang ke Taiwan kali ini merupakan institusi medis besar atau perusahaan alat kesehatan, dirinya memperkirakan kegiatan tersebut berpotensi menghasilkan “peluang bisnis yang cukup menjanjikan”.
Melalui forum pada pagi hari, James megemukakan jika Taiwan menghadirkan pengetahuan dan teknologi AI medis terbaru dari dunia internasional, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bisnis dan penjajakan pembelian pada sore harinya.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertukaran dan kerja sama antara para ahli serta perusahaan dari berbagai bidang, sekaligus membantu industri medis Taiwan agar dapat semakin terhubung dan terintegrasi dengan pasar internasional.