Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok (RRT) mengumumkan, bahwa pihaknya akan melakukan latihan bersama dengan Angkatan Laut Indonesia di perairan timur Taiwan pertengahan Agustus ini, demikian pernyataan dari situs web Kemenhan RRT per 11 Agustus kemarin.
Langkah ini sendiri menarik perhatian internasional karena penguatan klaim kedaulatan Beijing di kawasan tersebut baru-baru ini.
Dilansir dari Reuters dan Liberty Times (LTN), pemerintah Tiongkok sebelumnya telah meluncurkan patroli di sepanjang pantai timur Taiwan pada bulan Juni lalu, sebuah langkah yang segera memicu reaksi keras dari pemerintah Taiwan dan juga menimbulkan kekhawatiran dari Washington dan banyak negara Barat.
Dilansir dari Hong Kong 01, Tiongkok memiliki kapal perang misil frigat Honghe (Hull 523) dan akan bekerja sama dengan Indonesia yang menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai (332) untuk melakukan latihan navigasi bersama di perairan timur Taiwan dengan fokus latihan komunikasi dan pengisian bahan bakar di laut. Tiongkok mengklaim, tujuan latihan bersama ini adalah memperkuat kemampuan operasi angkatan laut gabungan, memperdalam kerja sama substantif, dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Sementara itu, dilansir dari Reuters per 12 Agustus, pemerintah Taiwan dilaporkan mengutuk rencana “berbahaya” dari Angkatan Laut Tiongkok bersama dengan kapal perang Indonesia di perairan timur Taiwan. Terkait dengan hal ini, Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Indonesia tidak menanggapi permintaan komentar dari pihak media.