Arus kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan (TETO) di Surabaya, Lin Wen-chun (林文俊), menyampaikan, jumlah kunjungan warga Indonesia ke Taiwan pada tahun 2026 hingga saat ini telah mencapai sekitar 220.000 orang, atau meningkat sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini mengindikasikan bahwa pasar pariwisata Indonesia ke Taiwan terus mengalami pemulihan yang signifikan.
Guna memperluas pasar pariwisata Indonesia, Administrasi Pariwisata yang dinaungi Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan (MOTC) memercayakan Asosiasi Pariwisata Taiwan (TVA) untuk menyelenggarakan pameran promosi pariwisata Taiwan di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, pada tanggal 12 Agustus 2026.
Acara ini mengundang para pelaku industri pariwisata lokal serta perwakilan media dengan harapan dapat memperdalam pemahaman masyarakat setempat mengenai pariwisata Taiwan melalui interaksi bisnis dan pemberitaan media.
Berdasarkan data statistik Administrasi Pariwisata MOTC, jumlah wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Taiwan pada tahun 2025 mencapai 235.148 orang, tumbuh sebesar 4,75% dibandingkan tahun 2024. Pasar wisata keluar negeri Indonesia secara keseluruhan juga menunjukkan pemulihan, dengan jumlah perjalanan ke luar negeri pada tahun 2025 mencapai 9.165.894 orang, meningkat 2,39% dibandingkan tahun 2024.
Lin Wen-chun menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, citra Taiwan di mata masyarakat Indonesia perlahan-lahan bergeser dari destinasi untuk bekerja atau berbisnis menjadi destinasi wisata keluarga. Ia menunjukkan bahwa kehidupan sosial dan harga barang di Taiwan yang relatif stabil, ditambah dengan pandangan umum media arus utama di Indonesia yang menilai Taiwan sebagai destinasi wisata dengan nilai ekonomis tinggi, telah menjadi motor penggerak pertumbuhan kunjungan wisata ke Taiwan.
Direktur Kantor Layanan Pariwisata Taiwan di Jakarta, Abe Chou (周士弼), dalam sambutannya menyampaikan bahwa membangun lingkungan wisata yang ramah Muslim merupakan pilar penting dalam upaya Taiwan memperluas pasar pariwisata di Indonesia. Taiwan berkomitmen untuk terus menambah jumlah restoran bersertifikasi halal, hotel ramah Muslim, serta fasilitas ruang ibadah guna meningkatkan kenyamanan para pelancong Muslim selama berwisata di Taiwan.
Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan, biaya visa dan kemudahan proses pengajuannya turut menjadi perhatian. Lin Wen-chun, menjelaskan bahwa biaya visa kunjungan biasa ke Taiwan tetap dipertahankan sebesar US$50. Penyesuaian biaya aplikasi dalam mata uang Rupiah baru-baru ini murni merefleksikan fluktuasi nilai tukar mata uang, dan dampaknya terhadap total biaya perjalanan terbilang sangat minim jika dibandingkan dengan biaya tiket pesawat, akomodasi, serta pengeluaran wisata lainnya.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) bekerja sama dengan Administrasi Pariwisata mempromosikan Proyek Guan Hong. Melalui proyek ini, wisatawan kelompok (grup) asal Indonesia yang memenuhi syarat dapat memanfaatkan kemudahan visa kelompok untuk memangkas waktu pengajuan.
Selain itu, warga negara Indonesia yang memenuhi kualifikasi tertentu juga dapat mengajukan Sertifikat Otorisasi Perjalanan (TAC) secara daring untuk mempermudah kunjungan wisata mereka ke Taiwan.
Rangkaian kegiatan promosi pariwisata Taiwan ini dijadwalkan akan bergeser ke Jakarta pada tanggal 14 hingga 16 Agustus 2026, untuk menggelar Pameran Pariwisata Taiwan di pusat perbelanjaan Lippo Mall Puri. Berbeda dengan kegiatan di Surabaya yang lebih menitikberatkan pada interaksi dan kerja sama antar-pelaku industri pariwisata, pameran di Jakarta akan menyasar konsumen umum secara langsung melalui paviliun bertema Taiwan, aktivitas interaktif, serta penyajian informasi wisata untuk menjangkau masyarakat setempat dan memperluas pasar pariwisata Taiwan lebih jauh.