(Taiwan, ROC) - Gedung Pusat Terapi Proton Rumah Sakit Umum Veteran (VGH) Taichung resmi dibuka. Upacara pembukaan sekaligus peletakan batu pertama Gedung Asrama Tenaga Medis VGH Taichung diadakan pada sore 15 Agustus.
Presiden Lai Ching-te (賴清德) hadir dan menegaskan melalui sambutannya, pusat tersebut akan meningkatkan kapasitas layanan pengobatan presisi di Taiwan tengah dan membantu pemerintah mewujudkan pemerataan layanan kesehatan.
Lai mengatakan, Taichung menanggung kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Taiwan bagian tengah, termasuk dari wilayah Changhua, Nantou, dan Miaoli. Karena itu, Taichung harus memiliki kapasitas layanan kesehatan yang memadai.
Menurutnya, keberhasilan Pusat Terapi Proton VGH Taichung mencapai target pembangunan dan mulai beroperasi merupakan langkah penting. Seiring dengan tersedianya perangkat dan layanan medis secara bertahap, semakin banyak masyarakat di Taiwan tengah akan dapat memperoleh terapi kanker presisi paling mutakhir tanpa harus pergi jauh.
Pusat tersebut juga akan menjadi fondasi untuk menghadirkan teknologi generasi berikutnya, yakni “Flash proton therapy” atau terapi proton kilat, yang diharapkan semakin meningkatkan daya saing layanan kesehatan Taiwan di tingkat internasional.
Presiden Lai mengatakan, “Pembangunan fasilitas kesehatan terbesar ini tidak hanya semakin meningkatkan kapasitas pengobatan presisi di Taiwan bagian tengah dan memungkinkan kita untuk memiliki jaringan layanan kesehatan yang lebih lengkap untuk terus mendorong pemerataan layanan kesehatan, tetapi juga meletakkan dasar bagi teknologi canggih Flash proton therapy. Dengan kata lain, ini bukan langkah terakhir. Nantikan kelanjutannya.”
Kepala negara juga menekankan bahwa peralatan medis canggih hanya dapat memberikan manfaat maksimal jika didukung oleh tenaga medis yang berkualitas. Karena itu, pemerintah meluncurkan “Rencana Kultivasi Taiwan Sehat” untuk mendorong reformasi sistem kesehatan secara menyeluruh, termasuk upaya memperbaiki lingkungan kerja tenaga medis, mengembangkan sumber daya manusia dengan keahlian beragam, menerapkan layanan kesehatan berbasis teknologi pintar, serta mewujudkan keberlanjutan sistem kesehatan.
Kanker telah menjadi penyebab kematian nomor satu di Taiwan selama 44 tahun berturut-turut. Menghadapi terus meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengobatan kanker dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menyusun strategi pencegahan dan pengendalian kanker yang mencakup perluasan skrining kanker, pengobatan presisi, serta pembentukan dana NT$10 miliar untuk obat-obatan kanker baru.
Melalui deteksi dan pengobatan sejak dini, pemerintah Taiwan menargetkan penurunan angka kematian standar akibat kanker sebesar sepertiga pada 2030.