(Taiwan, ROC) --- Sebuah pesawat Japan Airlines mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Haneda Tokyo pada Selasa sore kemarin (2/1), menabrak pesawat dari Japan Coast Guard.
Seluruh 379 orang di pesawat berhasil dievakuasi dengan aman dalam waktu kurang dari 20 menit. Mekanisme dan kondisi evakuasi yang dilakukan di kala tersebut juga tidak luput dari perhatian publik. Tidak sedikit kalangan ahli yang kemudian memberikan pujian.
Di lain pihak, Japan Airlines telah merilis detail tentang insiden tabrakan dan evakuasi tersebut, menyoroti pentingnya peran awak kabin (pramugari atau pramugara) dalam situasi darurat, yang jauh melampaui sekedar melayani penumpang.
Media NHK melaporkan, penerbangan JAL 516 berangkat dari Bandara New Chitose di Sapporo dengan mengangkut 367 penumpang, 9 awak kabin, dan 3 pilot.
Pada tanggal 2 Januari 2024, sekitar pukul 17:47, saat sedang mendarat di Bandara Haneda Tokyo, pesawat tersebut menabrak pesawat dari Japan Coast Guard.
Berdasarkan data black box dari pesawat Coast Guard, kapten pesawat tersebut diduga salah menginterpretasikan instruksi dari menara kontrol yang mengakibatkan pesawat mereka masuk ke landasan pacu.

圖/取自Youtube 日テレNEWS
JAL telah menginterogasi kru pesawat tentang situasi yang terjadi saat itu. Ketiga pilot menyatakan bahwa mereka tidak melihat pesawat Coast Guard di landasan pacu saat mereka sedang mendarat, sehingga mereka tidak mempertimbangkan untuk melakukan go-around (putar balik).
Tabrakan terjadi tak lama setelah mendarat, dan pesawat meluncur sejauh 1 kilometer sebelum akhirnya berhenti total.
Setelah pesawat berhenti, kokpit tidak menyadari bahwa bagian belakang pesawat telah terbakar. Di saat ini, beberapa awak kabin telah mengonfirmasi adanya api pada pesawat dan asap tebal mulai memenuhi kabin.
Beberapa awak kabin yang pertama menyadari kebakaran tersebut pun berteriak "tenang" kepada seluruh penumpang, sementara kepala kabin masuk ke kokpit untuk melaporkan situasi, karena perintah dari kokpit diperlukan untuk membuka pintu darurat.
Penerbangan JAL 516 menggunakan pesawat Airbus A350-900 dengan 8 pintu darurat, dua di bagian depan, dua di belakang, dan empat di tengah. Dua pintu darurat pertama yang dibuka berada di bagian depan, dekat dengan kokpit, sehingga memungkinkan komunikasi yang lebih cepat dengan area kokpit.
Enam pintu darurat lainnya, termasuk empat di tengah dan satu di sisi kanan belakang yang telah terbakar, tidak bisa dibuka.
Satu-satunya kesempatan untuk evakuasi adalah melalui pintu di sisi kiri bagian belakang, tetapi sistem interkom di bagian belakang sudah rusak dan tidak dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan kokpit.
Awak kabin di bagian belakang pesawat memutuskan untuk mengabaikan menunggu instruksi dari kokpit, serta mengambil inisiatif untuk membuka pintu kabin di sisi kiri, dan memulai evakuasi penumpang di bagian belakang.
NHK menunjukkan bahwa jika situasi di lapangan sudah tidak memungkinkan untuk berkomunikasi dengan pilot, prinsipnya adalah awak kabin yang membuat keputusan.
![]()
(AFP)
Pada pukul 18:05, atau 18 menit setelah pesawat mendarat, semua penumpang dan awak telah meninggalkan pesawat, dengan kapten sebagai orang terakhir yang keluar dari pesawat.
JAL juga mengakui kinerja awak kabinnya, menyatakan kepada NHK bahwa kemampuan awak kabin untuk memastikan keselamatan penumpang sambil menilai situasi di lokasi dan mengambil tindakan, adalah kunci untuk mencapai hasil evakuasi dengan sukses.
Para ahli yang diwawancarai oleh berbagai media internasional juga memuji evakuasi penerbangan JAL 516, karena berdasarkan rekaman yang diambil oleh penumpang dengan ponsel mereka dapat terlihat bahwa hampir tidak ada penumpang yang membawa barang bawaan mereka, yang notabene malah bisa menghambat proses evakuasi.
Menurut pernyataan penumpang setelah kejadian, memang ada beberapa orang yang awalnya ingin membuka loker bagasi di atas kepala untuk mengambil barang-barang mereka, tetapi dicegah oleh awak kabin.

(X平台/@stay_d_NIKKE)
Alex Macheras, seorang analis keselamatan penerbangan yang diwawancarai media BBC, menyatakan bahwa kru penerbangan JAL 516 dengan cepat dapat mengevaluasi dalam kurun waktu hanya 90 detik, setelah tabrakan terjadi.
Para awak kabin dapat dengan sigap menilai pintu darurat mana yang aman untuk digunakan dan berhasil mengisolasi api, yang kemudian bisa menambah lebih banyak waktu untuk evakuasi.
Oleh karena itu, penumpang harus menyadari bahwa tidak semua pintu darurat harus dibuka dan jika terjadi situasi darurat, sebaiknya mengikuti instruksi dari para profesional.