Model pencegahan dan pengobatan kanker lambung Taiwan tidak saja menekan risiko ancaman penderita, melainkan juga memperlihatkan dampak positif yang tinggi bagi ekonomi. Rumah Sakit Nasional Taiwan (NTUH) hari ini (18/8) mengelar pers konferensi mengumumkan hasil penelitian, setelah Liver Disease Prevention & Treatment Research didirikan selama 20 tahun, studi memperlihatkan, untuk setiap unit biaya yang diinvestasikan, hasil sekitar lima kali lipat dapat dicapai dalam pencegahan dan pengobatan kanker lambung, hasil penelitian ini diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA). Pedoman global yang dirancang bersama oleh tim beserta para ahili dari 20 negara dimuat dalam The New England Journal of Medicine (NEJM).
Wakil Kepala Departemen Penyakit Dalam NTUH Lee Yi-jia (李宜家) menyampaikan, penelitian sebelumnya telah membuktikan tes dan eradikasi Helicobacter Pylori berkontribusi bagi pencegahan dan pengendalian kanker lambung, tetapi tim NTUH juga ingin menelaah lebih dalam, mengarahkan penelitian pada kebijakan negara, selain untuk lebih menyehatkan masyarakat, apakah juga dapat membantu negara menghemat pengeluaran medis untuk jangka panjang.
Tim NTUH mempromosikan tes Helicobacter Pylori karena melonjak tingginya pasien penderita kanker lambung di Matzu pada tahun 2004, setelah itu meluas ke Changhua, dan ke masyarakat umum, setelah kumulatif pembuktian penelitian selama lebih dari 20 tahun. Tim NTUH dengan berlandaskan konsep tes samar darah feses dari penderita kanker kolorektal, ditambahkan dengan tes antigen Helicobacter Pylori menjadikan “perlindungan ganda dalam satu kali pengetesan”, kemudian membentuk model pengetesan kanker lambung dan kanker usus sekaligus dalam satu pemeriksaan dengan demikian dapat menekan biaya pemeriksaan, memberikan keuntungan jangka panjang. Hasil memperlihatkan, pada masa awal harus memasukan biaya skirin dan biaya Helicobactar Pylori, tetapi dapat menghemat waktu untuk operasi kanker lambung, kemoterapi, dan lainnya setelah itu. Apabila biaya modal dan dampak positif dihitung dalam nilai uang, maka setiap unit biaya yang diinvestasikan, memberikan hasil sekitar lima kali lipat yang dapat dicapai dalam pencegahan dan pengobatan kanker lambung.
Lee Yi-jia (李宜家) mengemukakan, pedoman internasional kali ini total ada 9 bab, Tim Taiwan turut dalam 5 bab di dalamnya seperti organisasi skrining, pengelolaan resistensi antibiotik dan antimikroba, efektivitas biaya dan efikasi pengendalian aktual serta lainnya, mencerminkan kumulasi pengalaman Taiwan selama 20 tahun lebih. Tim NTUH bersama 35 pakar dari 20 negara bersama-sama menetapkan pedoman internasional pencegahan dan pengobatan kanker lambut, hasilnya diterbitkan dalam NEJM pada Maret lalu, hal ini juga memungkinkan pengalaman yang diperoleh Taiwan mulai dari program percontohan di pulau-pulau terluar dan tingkat lokal hingga kebijakan pencegahan berskala nasional, kemudian menjadi acuan penting bagi negara-negara lain yang sedang mengembangkan upaya pencegahan kanker lambung.