Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

COVID-19 Capai Puncak Gelombang, Kasus Parah dan Kematian Mendekati Seratus

19/08/2026 13:43
Penulis & Editor: Yunus Hendry
COVID-19 Capai Puncak Gelombang, Kasus Parah dan Kematian Mendekati Seratus (Foto: CDC)
COVID-19 Capai Puncak Gelombang, Kasus Parah dan Kematian Mendekati Seratus (Foto: CDC)

Otoritas Center for Disease Control di Taiwan (CDC) pada Selasa (18/8) mengumumkan bahwa gelombang epidemi COVID-19 kali ini telah mencapai titik tertingginya, dengan total kunjungan rawat jalan dan instalasi gawat darurat (IGD) pada pekan lalu tercatat sebanyak 26.214 orang, atau naik 4,5% dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 25.090 orang.

Juru Bicara CDC, Lin Ming-cheng (林明誠), menyatakan bahwa meskipun skala gelombang ini lebih kecil dari perkiraan semula, epidemi diproyeksikan akan memasuki fase high plateau setidaknya selama dua pekan ke depan dengan jumlah kunjungan mingguan yang berfluktuasi di kisaran 20 ribuan orang.

Perkembangan setelah fase tersebut masih menjadi variabel yang bergantung pada efek dimulainya tahun ajaran baru sekolah pada September serta tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol pencegahan.

Di balik tren yang mulai melandai, angka kasus parah dan kematian justru terus bertambah dan mencatat rekor baru. Pekan lalu tercatat penambahan 84 kasus parah dan 12 kematian baru, di mana jumlah kasus parah tersebut merupakan rekor mingguan tertinggi sepanjang tahun ini, dan akumulasi keduanya kini mendekati angka seratus kasus.

Sebagian besar pasien kasus parah adalah lansia berusia di atas 65 tahun dan penderita penyakit kronis, dengan mayoritas belum menerima vaksinasi COVID-19 untuk musim ini.

Dokter pencegahan epidemi, Lin Yong-qing (林詠青), secara khusus menyoroti salah satu kasus kematian pekan lalu, yakni seorang pria berusia 60-an tahun dengan riwayat berbagai penyakit kronis yang terakhir kali divaksinasi dua tahun lalu. Ia terdeteksi positif COVID-19 saat berobat ke rumah sakit akibat terjatuh, dan meninggal setelah 10 hari perawatan akibat komplikasi gagal napas akut serta sepsis.

Kasus tersebut menjadi pengingat keras bahwa jarak waktu dari vaksinasi terakhir merupakan faktor risiko yang kerap diabaikan. Lin Yong-qing menegaskan bahwa kelompok berisiko tinggi, termasuk lansia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronis, dan orang dengan sistem imun rendah, harus segera mendapatkan vaksinasi tanpa menunda lebih lama. Masyarakat juga diimbau untuk segera membawa pasien ke rumah sakit apabila muncul gejala berbahaya seperti kesulitan bernapas, nyeri atau sesak dada yang terus-menerus, penurunan kesadaran, serta kulit, bibir, atau kuku yang membiru, mengingat kondisi tersebut dapat berkembang menjadi mengancam jiwa dalam waktu singkat.

Dari sisi ketersediaan vaksin, Lin Ming-cheng mengungkapkan bahwa sisa stok vaksin COVID-19 di seluruh Taiwan saat ini sekitar 124 ribu dosis. Meski program vaksinasi diperpanjang hingga akhir September, masa berlaku vaksin setelah dicairkan hanya sampai 9 September, sehingga waktu efektif yang tersedia sesungguhnya sangat terbatas.

CDC mengimbau masyarakat, khususnya para lansia dan kelompok dengan faktor risiko tinggi, untuk tidak menunggu dan segera memanfaatkan kesempatan vaksinasi yang ada sebelum stok habis atau masa berlaku vaksin berakhir.

Dengan dua ancaman epidemi yang berjalan bersamaan, COVID-19 dan influenza, kewaspadaan ganda dan proteksi vaksin menjadi langkah paling kritis yang dapat dilakukan masyarakat saat ini.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解