Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Melihat Ketangguhan Ukraina dalam Kobaran Api Perang, Kulish Olha: Demokrasi Butuh Partisipasi dan Tak Bisa Hanya Bergantung pada Pemunggutan Suara

29/08/2026 22:04
Penulis & Editor: Farini Anwar
Seminar terakhir serial “Bunga Kebebasan” dengan tema “Bunga Kebebasan di Tengah Kobaran Api Perang Ukraina”, mengundang Chairperson Rti Cheryl Lai (kiri) dan CEO Asosiasi Persahabatan Ukraina Formosa Kulish Olha (kanan), mengungkapkan lebih banyak kisah nyata Ukraina. (Foto: CNA)
Seminar terakhir serial “Bunga Kebebasan” dengan tema “Bunga Kebebasan di Tengah Kobaran Api Perang Ukraina”, mengundang Chairperson Rti Cheryl Lai (kiri) dan CEO Asosiasi Persahabatan Ukraina Formosa Kulish Olha (kanan), mengungkapkan lebih banyak kisah nyata Ukraina. (Foto: CNA)

Di tengah kehancuran akibat perang, Ukraina tetap mempertahankan sistem demokrasi dan ketahanan nasionalnya. CEO Asosiasi Persahabatan Ukraina Formosa, Kulish Olha, hari ini (29/8) menyampaikan, demokrasi harus bergantung pada keikutsertaan seluruh rakyat dan tetap mempertahankan sistem yang profesional meskipun di awah tekanan, tidak dapat hanya bergantung pada pemungutan suara saja.

 

Serial seminar Bunga Kebebasan Balai Peringatan Chiang Kai-shek yang dalam seminar hari ini menghadirkan CEO Asosiasi Persahabatan Ukraina Formosa Kulish Olha dan Chairperson Radio Taiwan International Cheryl Lai (賴秀如), kedua belah pihak mengangkat tema Bunga Kebebasan di Tengah Kobaran Api Perang Ukraina”, memberikan wawasan terkait melawan informasi palsu, perang kognitif, literasi media dan topik lainnya.

 

Cheryl Lai menyampaikan, Ukraina dalam peperangan ini telah bertahan selama 4 tahun, yang mana ini telah menginspirasikan orang Ukraina, membuat dunia kagum, juga membuat Taiwan terinspirasi, “Ukraina telah menolong Taiwan hingga batasan tertentu”, Cheryl Lai juga yakin kalau Taiwan pasti memiliki “kekuatan dan kemampuan untuk bertahan”.

 

Ayah dari Kulish Olha adalah orang Ukraina, sementera ibunya adalah orang Rusia, Kulish Olha kemudian menikah dengan orang Taiwan dan menetap lama di Taiwan. Kulish Olha membuka ajang hari ini dengan sapaan dalam bahasa Taiwanese dan menyampaikan, “Taiwan dan Ukraina adalah rumah saya” yang mana langsung mendapat sambutan hangat.

 

Cheryl Lai menyampaikan, dialog ini bermula dari kunjungannya ke Ukraina pada Mei lalu, “Kami mengira darurat militer selama masa perang seharusnya ada banyak hal yang tidak dapat dilakukan, tetapi tetap dapat dilakukan di Ukraina”.

 

Cheryl Lai menyampaikan, peperangan ini bukan baru dimulai beberapa tahun, Rusia mengambil alih Semenanjung Kremia tanpa mendapatkan perlawanan sama sama sekali pada tahun 2014, karena perang kognitif sudah dimulai sejak awal, sebenarnya banyak tanda perang yang terlah terlihat dari seak awal, “tanda serupa bisa terlihat di Taiwan sekarang ini? kita mengetahui dengan jelas jawabannya. Yang patut kita pikirkan bersama adalah bagaimana menghindari perang.”

 

Kulish Olha menganalisa, sistem demokrasi Ukraina masih tetap dipertahankan di masa perang, seperti kongres tetap terus berjalan, pemerintah daerah tetap menjalankan otonomi, tidak hanya bergantung pada pemilu, melainkan juga bergantung pada lembaga-lembaga yang dapat beroperasi mandiri, seperti Bank Nasional Ukraina, Mahkamah Konstitusi, Ombudsman Parlemen untuk Hak Asasi Manusia serta Badan Anti Korupsi Nasional Ukraina.

 

Kulish Olha mengatakan, “Ketangguhan institusional yang sesungguhnya adalah tetap dapat menjaga keprofesionalan, prosedur dan akuntabilitas di bawah tekanan”.

 

Mengenai tekanan ekternal, Kulish Olha mengusung beberapa prinsip yang dapat digunakan Taiwan untuk verifikasi, seperti “membangun pertahanan sebelum krisis dimulai, kepercayaan adalah keamanan nasional, landasan masyarakat sosil dan strategi perang, literasi media merupakan pertahanan”, ia menegaskan, Taiwan belum tentu cocok dengan scenario Ukraian, tetapi yang tidak berubah adalah “demokrasi membutuhkan keikutsertaan, tidak terbatas hanya pemunggutan suara saja”.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x