Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Lin Chia-lung Hadiri Forum Kepulauan Pasifik, Kecam Tekanan Tiongkok yang Rusak Suasana Acara

02/09/2026 13:17
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Lin Chia-lung Hadiri Forum Kepulauan Pasifik, Kecam Tekanan Tiongkok yang Rusak Suasana Acara
Lin Chia-lung Hadiri Forum Kepulauan Pasifik, Kecam Tekanan Tiongkok yang Rusak Suasana Acara

Tahun ini Taiwan mendapat undangan dari negara sahabat diplomatik Palau untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kepulauan Pasifik, Tiongkok memperingatkan “akan ada konsekuensinya”. Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) kemarin (1/9) mengkritik pihak Beijing merusak suasana kemeriahan KTT dan menegaskan tidak seharusnya berkompromi karena tekanan dari Tiongkok.

Media Jepang Nikkei Asia melaporkan, Menlu Taiwan Lin Chia-lung dalam wawancara media menyampaikan, tidak seharusnya ajang ini menjadi alasan pemaksaan diri dari negara mana pun.

Utusan Khusus Tiongkok untuk Negara Kepulauan Pasifik, Qian Bo (錢波) sebelumnya memberikan peringatan bahwa keikutsertaan Taiwan dalam Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum PIF) pasti akan ada konsekuensinya, tetapi tidak menjelaskan konsekuensi apa yang akan terjadi.

Forum Kepulauan Pasifik adalah organisasi dengan tingkatan paling tinggi di kawasan ini, beranggotakan 18 negara, tahun ini mengundang 21 negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang dan lainnya untuk hadir dalam konferensi tingkat tinggi yang dihadiri oleh pimpinan negara mitra. Taiwan dengan status mitra pengembangan turut berpartisipasi dalam forum yang mana status ini terus bertahan sejak tahun 1993.

Berdasarkan Nikkei Asia Jepang, Lin Chia-lung menegaskan, Taiwan sudah berkali-kali dengan menggunakan teknologi digital, kesehatan medis dan pertanian cerdas serta lainnya, dengan tindakan nyata memberikan dukungan untuk kawasan Samudera Asia Pasifik.

Tahun lalu, Taiwan berkomitmen untuk menyumbang sebesar US$3 juta kepada Dana Ketahanan Pasifik (PRF). Dana iklim dan bencana regional ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Pasifik.

Ia menyatakan bahwa Taiwan selalu bekerja sama bahu-membahu dengan PIF untuk mendukung pembangunan di kawasan Pasifik. “Oleh karena itu, kita tidak boleh berkompromi akibat intimidasi dari Tiongkok. Hanya 18 negara anggota Forum Kepulauan Pasifik yang berhak membuat keputusan bersama berdasarkan consensus,” terangnya.

Para ahli mengamati bahwa Tiongkok telah lama melakukan tekanan dalam upaya mencabut status Taiwan sebagai mitra pembangunan PIF. Langkah ini dilakukan untuk melemahkan hubungan diplomatik Taiwan sekaligus menghalangi partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.

Tahun lalu, Kepulauan Solomon selaku tuan rumah tidak mengundang satu pun mitra dialog untuk berpartisipasi dalam pertemuan forum tersebut. Para ahli menerjemahkan langkah ini sebagai upaya untuk menghindari konsekuensi diplomatik yang mungkin timbul jika mereka hanya mengecualikan Taiwan secara sepihak.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Lin Chia-lung juga menyebutkan adanya negara tertentu yang tahun lalu bersikeras pada posisi politiknya sendiri, sehingga menyebabkan seluruh mitra dialog dan mitra pembangunan tidak dapat menghadiri pertemuan.

Lin Chia-lung mengatakan, “Saat menghadiri sebuah pesta, kita semua akan menghormati pengaturan dari tuan rumah. Namun, setiap kali Tiongkok menghadiri pesta, mereka selalu menganggap diri mereka sebagai tuan rumah, bahkan merusak suasana seluruh pesta tersebut.”

Presiden Palau, Surangel Whipps Jr., hari ini menyampaikan kepada media bahwa Palau telah menerima pembalasan dari Beijing karena mengundang Taiwan untuk berpartisipasi dalam KTT tahun ini.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) yang mengimbau warganya untuk tidak berkunjung ke Palau, dengan klaim bahwa telah terjadi kasus perampokan yang menyasar wisatawan serta kecelakaan laut yang melibatkan turis asal Tiongkok di sana.

Lin Chia-lung menanggapi, “Mari kita tanyakan pada diri kita sendiri, tempat mana yang lebih tidak aman, Tiongkok atau Palau? Tiongkok tidak berhak mengatakan bahwa Palau bukan tempat wisata yang aman.”

Perekonomian Palau sangat bergantung pada industri pariwisata. Lin Chia-lung berjanji bahwa Taiwan akan terus menyerukan kepada lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Palau sebagai respons terhadap tekanan dari Tiongkok.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x