Menjelang Hari Angkatan Bersenjata yang jatuh pada 3 September, Presiden Lai Ching-te pada hari Rabu ini (2/9) menyampaikan bahwa dalam menghadapi otoritarianisme Tiongkok yang terus meluas, sangat penting untuk terus meningkatkan kemampuan tempur angkatan bersenjata nasional dan memastikan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki daya tanggap yang memadai. Oleh karena itu, anggaran pertahanan tahun depan akan melebihi NT$1 trilyun untuk pertama kalinya, melampaui 3% dari PDB, menunjukkan tekad Taiwan untuk menjaga pertahanan nasional di hadapan komunitas internasional. Lebih lanjut, pemerintah akan terus menerapkan otonomi pertahanan, mengembangkan industri militer, kecerdasan buatan, dan drone yang mampu meningkatkan kemampuan Taiwan secara keseluruhan untuk menanggapi tantangan.
Upacara peringatan Hari Angkatan Bersenjata 2026 dan Hari Pendidikan Pertahanan Nasional diadakan Rabu pagi ini (2/9) di Kementerian Pertahanan Nasional. Presiden Lai Ching-te, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu, Menteri Pertahanan Nasional Wellington Koo, Kepala Staf Umum Mei Chia-shu(梅家樹), serta para prajurit berprestasi ikut hadir.
Dalam sambuatannya, Presiden Lai memberikan ucapan selamat dan terima kasih yang tulus kepada para teladan militer dan kelompok-kelompok yang berprestasi peraih penghargaan. Beliau mengemukakan bahwa besok adalah Hari Angkatan Bersenjata, dan menyebutkan contoh-contoh seperti partisipasi Tim Tempur Helikopter Serbu Batalyon Penerbangan Angkatan Darat ke-602 dalam upaya bantuan bencana setelah taifun Ragasha yang merusak Hualien pada tahun lalu. Tugas pertahanan udara dan persiapan jangka panjang Komandan Tim Tempur ke-41 Angkatan Udara, dan atas dukungan dari Komite Penasihat Distrik Selatan Kabupaten Taitung, Tseng Chong-fu(曾仲甫) yang berkontribusi dalam sektor pertahanan nasional. Beliau menekankan bahwa contoh-contoh ini sepenuhnya menunjukkan komitmen militer untuk melindungi rakyat dan dukungan masyarakat terhadap militer, yang merupakan praktik pertahanan nasional yang paling nyata bagi semua. Beliau berharap bahwa melalui penghargaan ini, masyarakat akan melihat upaya dan kontribusi militer, dan bahwa kaum muda akan memahami bahwa mengabdi di militer adalah karier yang membanggakan dan berharga.
Presiden Lai juga menambahkan, tahun ini menandai peringatan ke-20 “Undang-Undang Pendidikan Pertahanan Nasional”. Selama dua dekade terakhir, pendidikan pertahanan nasional telah berkembang dari sekolah dan lembaga pemerintah ke masyarakat, sehingga lebih banyak orang untuk memahami dan mendukung pertahanan nasional, serta dapat berpartisipasi dalam meningkatkan ketahanan seluruh masyarakat dalam pertahanan.
Presiden Lai menekankan bahwa dalam menghadapi perubahan situasi internasional yang cepat dan perluasan otoritarianisme Tiongkok yang terus-menerus, sangat penting tidak hanya untuk terus meningkatkan kemampuan tempur angkatan bersenjata nasional tetapi juga untuk memastikan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki daya tanggap yang memadai.
Beliau menyatakan bahwa simulasi militer Han Kuang 42 yang baru saja selesai bulan lalu, berfokus pada skenario pertempuran riil dan terus memperkuat ketahanan pertahanan secara keseluruhan. Persiapan yang lebih baik berarti keamanan nasional yang lebih baik. Hanya dengan terus meningkatkan kemampuan pertahanan dan kekuatan pencegah, keamanan nasional dan perdamaian regional dapat lebih terjamin.
Presiden Lai mengatakan, “Oleh karena itu, anggaran pertahanan keseluruhan untuk tahun depan akan menembus NT$1 trilyun untuk pertama kalinya, mencapai NT$1,1225 trilyun, berlanjut dengan melebihi 3% dari PDB. Kita harus menunjukkan kepada masyarakat internasional tekad Taiwan untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri. Di masa depan, pemerintah akan terus menerapkan otonomi pertahanan, mengembangkan industri militer, kecerdasan buatan, dan drone untuk meningkatkan kemampuan Taiwan secara keseluruhan dalam menanggapi tantangan di masa depan”.
Presiden Lai mengatakan, sejak mantan Presiden Tsai Ing-wen hingga dirinya menjabat, pemerintah terus menyesuaikan tunjangan angkatan bersenjata. Tahun lalu, pemerintah menyetujui peningkatan tunjangan untuk anggota layanan sukarelawan, pasukan tempur, penngawas lalu lintas udara, pengintaian elektronik, dan personel perang siber. Pada bulan Februari tahun ini, unit drone juga dimasukkan dalam tunjangan pasukan tempur. Mulai Juli, jenis tunjangan pasukan tempur ketiga ditambahkan, meningkatkan tunjangan bulanan untuk militer pasukan persiapan tempir sebesar NT$4.000. Wajib militer yang bertugas di unit tempur juga akan menerima tunjangan yang sama. Selain itu, pada bulan Juli tahun ini, tunjangan profesional dan tunjangan pengawasan untuk personel militer, pegawai negeri sipil, dan guru masing-masing dinaikkan sebesar NT$2.000, mulai Januari tahun depan, akan ada kenaikan gaji sebesar 4%. Ini akan menjadi kali kelima dalam 10 tahun terakhir pemerintah menaikkan gaji personel militer, pegawai negeri sipil, dan guru.
Berkaitan dengan penghormatan kepada militer, Presiden Lai mengatakan bahwa sejak Juli tahun lalu, 6 maskapai penerbangan nasional mulai menyediakan prioritas naik pesawat kepada personel militer. Lebih lanjut, atas imbauan dari pemerintah, pada tahun ini terdapat 640 merek dan lebih dari 20.000 toko telah berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan militer.
Presiden Lai menekankan, kekuatan sejati suatu negara, tidak hanya berasal dari fasilitas unggulan, tetapi juga dari kekompakan dan solidaritas rakyatnya dalam menghadapi tantangan. Militer melindungi negara, pemerintah mendukung angkatan bersenjata, masyarakat memercayai mereka, dan rakyat menghargai demokrasi dan kebebasan. Ketika kekuatan-kekuatan ini bersatu, maka akan mampu menghadapi tantangan apapun.