Daerah Otonomi Khusus Tiongkok, Tibet menggelar konferensi pers (2/9) mengenai bencana tanah longsor Gyirong Tibet yang terjadi pada 28 Agustus lalu, pendataan hingga kemarin (2/9) pukul 12:00 mencatat 21 kematian, 541 orang hilang, dan 847 benda hilang ditemukan.
Menurut Global Times, hingga saat ini, upaya penyelamatan telah melibatkan lebih dari 2.300 personel, lebih dari 400 kendaraan, lebih dari 8.000 set perlengkapan, sebanyak lebih dari 800 kali operasional drone, dan pengiriman pasokan dan peralatan melalui udara sebanyak 5,43 ton. Pada area inti telah menempatkan 4 set penerangan, 1 generator tegangan rendah, dan 1 stasiun pengisian daya, telah memulihkan kembali 12 stasiun komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pencarian dan penyelamatan.
Sejak bencana ini terjadi, telah mengerahkan sebanyak 336 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan secara bergilir di area inti, area pencarian mencakup seluas 1,591 juta meter persegi.
Selain itu, juga mengaktifkan layanan hotline untuk keluarga orang hilang baik di dalam maupun luar negeri setelah bencana. Hingga pukul 12:00 pada tanggal 2 September, total 876 panggilan telepon dari pihak keluarga, diantaranya 448 panggilan domestik dan 428 panggilan internasional, sebanyak 587 orang yang menerima bantuan dan ditampung.