Hari Angkatan Bersenjata yang jatuh pada tanggal 3 September, melalui Facebooknya, Presiden Lai Ching-te menyampaikan salam hormat kepada seluruh tentara nasional beserta keluarganya, Beliau menekankan, “militer melindungi negara, pemerintah memerhatikan kesejahteraan tentara, seluruh masyarakat mendukung, masyarakat menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan”, dengan demikian, Taiwan dapat menghadapi berbagai tantangan dan menjaga keamanan nasional.
Melalui postingan di Facebook, Presiden Lai Ching-te menyampaikan bahwa, inti dari pertahanan nasional adalah masyarakatnya, pemerintah mendukung pertahanan nasional dan sudah pasti akan memerhatikan kesejahteraan tentara. Sejak masa pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen hingga masa jabatannya, pemerintah berlanjut melakukan penyesuaian tunjangan tentara.
Selain penyesuaian tunjangan relawan yang disetujui, untuk pasukan tempur, pengintai lalu lintas udara, pengintaian elektronik, dan personel perang siber tahun lalu juga ditingkatkan, pasukan drone dimasukkan dalam tunjangan pasukan tempur pada bulan Februari tahun ini. Mulai Juli, jenis tunjangan pasukan tempur ke-3 ditambahkan, tentara di bawah tingkat brigade yang difungsikan untuk kekuatan tempur akan diberikan tambahan tunjangan sebesar NT$4.000, wajib militer yang bertugas di pasukan tempur juga akan menerima tunjangan yang sama.
Presiden Lai menambahkan, Juli tahun ini, tunjangan profesional dan urusan pengawasan untuk militer, pegawai negeri sipil dan guru masing-masing dinaikkan sebesar NT$2.000, mulai Januari tahun depan, kenaikan gaji secara menyeluruh sebesar 4% akan diterapkan, yang menandai kenaikan gaji militer, pegawai negeri sipil dan guru untuk ke-5 kalinya dalam 10 tahun terakhir.
Presiden Lai Ching-te menekankan, mulai dari “program Xingan” hingga “program Zhanxing”, pemerintah terus berupaya untuk perbaikan pelatihan dan lingkungan militer, secara bersamaan, memperkuat dukungan perawatan untuk anak dan keluarga, agar para tentara dapat bertugas dengan tenang dan fokus pada misi mereka. Beliau sangat yakin, kekuatan sejati negara berasal dari peralatan unggul dan pertahanan nasional yang kokoh, juga berasal dari tekad dan kemauan masyarakat untuk bersama-sama dan bersatu padu dalam menghadapi tantangan.
Akhir kata, Presiden Lai mengatakan, “militer melindungi negara, pemerintah memerhatikan kesejahteraan tentara, semua kalangan masyarakat mendukung, dan menjunjung demokrasi dan kebebasan”, ketika kekuatan ini terhimpun, maka Taiwan akan mampu menghadapi berbagai tantangan, menjaga keamanan negara, menjaga demokrasi, kebebasan dan perdamaian.