(Taiwan, ROC) – Dewan Pembangunan Nasional (NDC) Taiwan pada hari ini (4/9) merilis siaran pers yang menyebutkan jika pihaknya baru-baru ini telah memberikan Kartu Emas Ketenagakerjaan kepada Arieh Warshel, peraih Nobel Kimia 2013. Dengan demikian, Warshel menjadi akademisi pertama di dunia yang memperoleh Kartu Emas Ketenagakerjaan Taiwan dalam kapasitasnya sebagai peraih Nobel.
Ketua NDC, Yeh Jiun-hsien (葉俊顯) mengemukakan, Taiwan merupakan salah satu pusat utama dunia dalam komputasi AI dan teknologi biomedis. Dirinya berharap Warshel ke depannya dapat memperdalam kerja sama dengan kalangan akademisi dan industri Taiwan.
Arieh Warshel bersama Martin Karplus, dan Michael Levitt dianugerahi Nobel Kimia 2013 atas kontribusi mereka dalam “pengembangan model multiskala untuk sistem kimia kompleks”.
Warshel pada 1970-an memelopori metode simulasi multiskala yang menggabungkan mekanika kuantum dan mekanika klasik, sehingga komputer dapat digunakan untuk mensimulasikan reaksi molekul biologis, seperti katalisis enzim. Penelitian tersebut kemudian menjadi salah satu dasar penting bagi pengembangan desain obat berbantuan komputer, penelitian mekanisme katalisis enzim, serta rekayasa protein. Dirinya juga dianggap sebagai salah satu pelopor bidang “biologi struktural komputasional”.
Arieh Warshel mulai mengajar di University of Southern California (USC) sejak 1976. Dirinya saat ini menjabat sebagai profesor khusus di universitas tersebut sekaligus anggota National Academy of Sciences Amerika Serikat. Tahun ini, atas undangan Chen Kuan-neng (陳冠能), Dekan Institut Industri Semikonduktor Internasional, Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung (NYCU), Warshel diangkat sebagai profesor kehormatan. Ke depannya, dirinya akan memperdalam pertukaran dan kerja sama dengan Taiwan dalam bidang pengembangan talenta, semikonduktor, serta teknologi strategis.
Ketua NDC, Yeh Jiun-hsien (葉俊顯) mengemukakan, penelitian kimia komputasional membutuhkan kemampuan komputasi yang kuat serta memiliki berbagai penerapan di bidang biomedis. Taiwan memiliki keunggulan dalam komputasi AI, semikonduktor, dan pengembangan obat baru. Karena itu, dirinya berharap Warshel dapat terus berbagi pengalaman dan keahliannya dengan kalangan akademisi dan industri Taiwan.
Dirinya juga menggambarkan Kartu Emas Ketenagakerjaan sebagai “Kartu Akses VIP Khusus Taiwan”, dengan harapan dapat membuat para talenta internasional datang ke Taiwan dengan mudah, “seperti pulang ke rumah sendiri”.
NDC Taiwan menunjukkan, Kartu Emas Ketenagakerjaan merupakan salah satu skema penting Taiwan untuk menarik tenaga profesional internasional. Kartu ini mengintegrasikan izin kerja, visa tinggal, ARC, serta izin masuk kembali ke Taiwan.
Pemegang kartu dapat dengan bebas mencari pekerjaan, berganti pekerjaan, maupun mendirikan usaha. Mereka yang memenuhi persyaratan juga dapat memperoleh berbagai keringanan pajak, serta fasilitas untuk reunifikasi keluarga.
NDC menegaskan, upaya menarik talenta internasional bukan sekedar “mengundang mereka datang”, tetapi juga memastikan mereka bersedia menetap di Taiwan. Pemerintah ke depannya akan terus memanfaatkan Pusat Layanan dan Rekrutmen Bakat Internasional Talent Taiwan untuk menyediakan layanan terpadu, mulai dari pengurusan administrasi sebelum datang ke Taiwan, pekerjaan, hingga kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Pemerintah juga akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat berbagai dukungan, termasuk pendidikan anak, layanan keuangan, serta kebutuhan tempat tinggal, guna menarik lebih banyak talenta internasional terbaik untuk mengembangkan karir di Taiwan.