(Taiwan, ROC) – Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) melakukan kunjungan ke negara mitra diplomatik Taiwan, Palau, dan menghadiri “Pertemuan Dialog Taiwan/Republik Tiongkok dengan negara-negara anggota Forum Kepulauan Pasifik (PIF)”.
Usai pertemuan, Menlu Lin bersama Palau, Kepulauan Marshall, dan Tuvalu menandatangani pernyataan bersama yang menegaskan komitmen keempat pihak terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Pasifik.
Menlu Lin melalui media sosial menyebutkan jika hubungan dan pertukaran antara Taiwan dan PIF telah berlangsung selama 30 tahun. Meskipun situasi internasional terus berubah, Taiwan selalu siap menghadapi berbagai tantangan bersama para mitra di kawasan Pasifik melalui pendekatan yang pragmatis dan saling menguntungkan.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menunjukkan, Menlu Lin Chia-lung (林佳龍) menghadiri Pertemuan Dialog Taiwan/Republik Tiongkok dengan negara-negara anggota PIF ke-30, pada Rabu (2/9). Dirinya kembali ke Taiwan pada Kamis (3/9) malam setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kunjungan dengan lancar dan sukses.
MOFA menyebutkan, “Pertemuan Dialog Taiwan/Republik Tiongkok dengan negara-negara anggota PIF” dipimpin oleh Presiden Palau, Surangel Whipps Jr. Para pemimpin Taiwan dan negara-negara mitra diplomatik dalam pertemuan tersebut bertukar pandangan mengenai berbagai isu, termasuk pengembangan talenta, hubungan dan konektivitas regional.
MOFA menyampaikan, Menlu Lin mengusulkan konsep paket kebijakan terpadu, yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, pekerjaan, dan evaluasi,
Melalui konsep ini, Taiwan berharap dapat memanfaatkan pengalamannya dalam pendidikan vokasi, serta pengembangan talenta industri untuk membantu negara-negara mitra dalam mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri, meningkatkan kemampuan kerja generasi muda, serta membangun fondasi talenta yang lebih kuat bagi pembangunan jangka panjang negara.
Menlu Lin melalui unggahan di Facebook membeberkan jika setelah pertemuan dirinya bersama Presiden Palau Surangel Whipps Jr., Presiden Kepulauan Marshall Hilda Heine, dan Perdana Menteri Tuvalu Feleti Teo menandatangani pernyataan bersama.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen bersama terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Pasifik, sekaligus sejalan dengan “Strategi 2050 untuk Benua Pasifik Biru”.
Dirinya menegaskan, mulai dari perubahaan iklim dan keberlanjutan laut hingga bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, transformasi digital, serta pengembangan talenta, Taiwan ingin memadukan pengalaman dan keahliannya dengan kebutuhan pembangunan negara-negara mitra. Taiwan juga akan bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki visi dan nilai yang sama untuk menciptakan manfaat yang lebih besar.
Menlu Lin mengemukakan bahwa sebelum meninggalkan Palau, dirinya berdiskusi dengan Wakil Presiden Palau Raynold Oilouch, dan Duta Besar Palau untuk Taiwan Gaafar Uherbelau mengenai rencana pemindahan lokasi RS Nasional Palau.
Menlu Lin menyebutkan, Taiwan berharap dapat memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat dan Palau, mulai dari bidang kesehatan pintar hingga pengembangan talenta.
Sebagai bagian dari kawasan Pasifik, Taiwan juga akan terus bekerja sama dengan negara-negara mitra yang sama-sama merupakan masyarakat kepulauan, negara-negara yang memiliki visi yang sejalan, serta mitra regional untuk bersama-sama menjaga kawasan Pasifik yang damai, stabil, terbuka, dan makmur.