(Taiwan, ROC) - Menteri Kebudayaan Taiwan Li Yuan (李遠) tiba di London pada 6 September untuk memulai kunjungan kerja ke dua negara Eropa, yakni Inggris dan Prancis. Ini adalah perjalanan Li ke Eropa yang kedua kalinya setelah mengunjungi Prancis dan Republik Ceko tahun lalu, dan merupakan pertama kalinya seorang menteri kebudayaan Taiwan melakukan kunjungan resmi ke Inggris.
Li mengatakan sebelum berangkat, diraihnya hadiah International Booker Prize oleh novel “Taiwan Travelogue” (台灣漫遊錄) karya Yang Shuang-zi (楊雙子) di Inggris telah membawa perhatian besar terhadap sastra Taiwan, dan ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pertukaran, bukan hanya dalam penerbitan sastra, tetapi juga mencakup buku bergambar, komik, teknologi budaya, dan seni pertunjukan.
Li Yuan menggambarkan kunjungannya ke Inggris sebagai perjalanan yang “cukup ambisius”, karena ia berharap dapat menemukan mitra kerja sama di berbagai bidang. Ia mengatakan, “Saya datang ke Inggris dengan banyak keinginan. Mulai dari seni pertunjukan, museum anak-anak, hingga sastra dan penerbitan yang dibicarakan tadi. Kami berharap dapat menemukan lembaga yang sesuai di setiap bidang, kemudian melihat apakah selama kunjungan ini kita bisa membangun mekanisme yang memungkinkan kerja sama berkelanjutan di masa depan.”
Agenda penting lainnya adalah kunjungan Li Yuan ke Young V&A, museum anak yang berada di bawah Victoria and Albert Museum. Li berharap bisa mempelajari sejarah dan pengalamannya dalam melibatkan anak-anak dalam perkembangan museum, yang dapat menjadi referensi dalam perencanaan dan pembangunan National Children's Future Museum di Taiwan.
Li Yuan mengatakan, "Karena Future Museum nantinya akan menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar bagaimana berinteraksi dengan masyarakat, memahami lingkungan sosial, dan mengembangkan kreativitas mereka, dan bukan sekadar tempat untuk melihat-lihat atau mendapatkan informasi pengetahuan seperti yang kita bayangkan tentang museum sains."
Kunjungan Li Yuan ke Inggris dijadwalkan berlangsung sekitar lima hari. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan ke Prancis untuk menghadiri penjurian Penghargaan Kebudayaan Taiwan-Prancis ke-30 serta upacara penganugerahan ke-29.
Kunjungan ke Eropa ini selain bertujuan mendorong pertukaran budaya, termasuk di bidang perfilman, Li Yuan berharap juga dapat semakin memperkenalkan sastra, komik, buku bergambar, dan teknologi budaya Taiwan. Ia juga akan mengundang penulis, kurator, serta lembaga seni dan budaya Eropa untuk berkunjung ke Taiwan, melakukan pertukaran, dan menciptakan karya bersama, sekaligus membangun jaringan kerja sama kebudayaan Taiwan-Eropa yang lebih erat dan berjangka panjang.