Ajang Asian Games Nagoya 2026 akan segera berlangsung. Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Selasa (8/9) pagi mengunjungi Pusat Pelatihan Olahraga Nasional (NSTC) di Kaohsiung untuk menyerahkan bendera kepada delegasi Taiwan yang akan berlaga di Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya. Kepada para atlet, Presiden menyampaikan bahwa panggung ini adalah milik kalian. Ia juga menegaskan tidak akan menetapkan target jumlah medali untuk ajang kali ini. Kepala Negara mendorong para atlet untuk bertarung dengan tenang saat berdiri di panggung internasional, mengekspresikan kemampuan terbaik mereka, serta melampaui pencapaian diri mereka sebelumnya. Beliau meyakini bahwa dengan begitu, prestasi negara secara keseluruhan akan datang dengan sendirinya.
Asian Games Nagoya 2026 akan resmi dibuka pada tanggal 19 September 2026 mendatang. Taiwan mengirimkan total 482 atlet untuk berlaga di 34 cabang olahraga. NSTC menyelenggarakan upacara penyerahan bendera delegasi pada Selasa hari ini. Presiden Lai Ching-te hadir langsung untuk menyerahkan bendera nasional dan bendera delegasi kepada perwakilan tim, serta memberikan bonus tambahan, seraya mendoakan agar 482 atlet tersebut meraih kemenangan perdana, melampaui diri mereka sendiri, dan mengukir prestasi terbaik.
Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Olahraga Lee Yang (李洋). Ia menyebutkan bahwa sebagai sesama atlet dan peraih dua medali emas Olimpiade, Lee Yang sangat memahami kebutuhan setiap atlet. Di bawah kepemimpinan Lee Yang tahun ini, Kementerian Olahraga, NSTC, dan unit terkait lainnya telah mengerahkan upaya penuh untuk mempersiapkan dukungan logistik di Asian Games Nagoya, termasuk pelatihan, nutrisi, transportasi, rehabilitasi, hingga layanan medis guna memberikan dukungan yang komprehensif bagi para atlet.
Presiden menunjukkan bahwa untuk Asian Games kali ini, selain mendirikan posko pendukung di Nagoya, Prefektur Aichi, pemerintah juga mendirikan posko pendukung di Toyohashi serta posko satelit di Tokyo. Jumlah personel markas delegasi juga ditingkatkan dari 40 orang menjadi 53 orang. Jumlah tenaga medis, terapis rehabilitasi, dan fisioterapis di posko pendukung turut ditambah secara bersamaan. Hal ini menunjukkan tekad bulat Kementerian Olahraga untuk mendukung penuh para atlet, dan semua pihak patut memberikan apresiasi kepada Kementerian Olahraga serta tim pendukung.
Berbicara mengenai target kompetisi kali ini, Presiden menyatakan bahwa ia tidak akan menetapkan berapa banyak medali yang harus diraih, melainkan mendorong para atlet untuk memanfaatkan kesempatan dan berjuang sebaik-baiknya begitu berdiri di atas panggung. Presiden Lai juga menekankan bahwa para atlet telah melewati pelatihan hari demi hari, bahkan pernah mengalami cedera, masa-masa sulit, hingga frustrasi. Kini, setelah berhasil berdiri di panggung kompetisi internasional, mereka harus memanfaatkan kesempatan ini dan berjuang dengan tenang. Pemerintah akan selalu berdiri bersama para atlet.