Sebagai warm-up event, Pemerintah Kabupaten Yunlin dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) menggelar konferensi pers “Indonesia-Yunlin: Secangkir Kopi Penghubung Dunia” berlangsung pada hari Selasa ini (8/9) di kantor KDEI Taipei. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Yunlin Chang Li-shan, Wakil Bupati Yunlin Hsieh Shu-ya dan Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo, dengan kopi sebagai titik awal penghubung kuliner, industri kerajinan tangan serta pertukaran budaya Taiwan-Indonesia, mengusung tema “Colourful World” yang membuka rangkaian kegiatan Festival Kopi Taiwan tahun ini.
Tahun ini secara khusus mengundang Indonesia untuk ikut berpartisipasi, tidak hanya karena Indonesia terkenal sebagai penghasil kopi di dunia, jumlah orang Indonesia yang berada di Taiwan cukup signifikan dan jumlah pelajar Indonesia di Kabupaten Yunlin juga tidak sedikit, hal ini menunjukkan Taiwan-Indonesia memiliki dasar pertukaran budaya dan humanistik yang mendalam. Dalam konferensi pers hari Selasa ini (8/9) menghadirkan barista Indonesia, Jimmy dan barista Taiwan Lin Pei-shan dari Hua Xi Tian Manor Café, untuk menyeduh dan menyajikan kopi secara langsung, masing-masing memperkenalkan kopi khasnya seperti kopi tubruk dan kopi pegunungan Tsaoling, Yunlin. Selain kopi, masih ada pengenalan budaya dan kuliner, dari Indonesia yang memperkenalkan mie instan, rendang, batik dan kerajinan tangan, sementara Kabupaten Yunlin menunjukkan camilan khas, produk kerajinan tangan hasil daur ulang bahan-bahan kopi. Berawal dari minum kopi, lalu mencicipi makanan hingga merasakan budaya, semua ini menampilkan kekayaan karakteristik Taiwan-Indonesia, dapat dikatakan pertukaran ini tidak hanya terbatas pada secangkir kopi.
Bupati Yunlin Chang Li-shan menyampaikan, Yunlin menjadi lokasi produksi kopi penting di Taiwan, dari Gukeng hingga pegunungan Tsaoling yang menghasilkan cita rasa kopi yang unik. Selama bertahun-tahun, Pemkab Yunlin, petani kopi dan mitra industri mempromosikan perkembangan industri bersama, melalui Festival Kopi Taiwan menciptakan platform promosi merek dan pertukaran industri. Dari Yunlin, Festival Kopi Taiwan berlanjut menghubungkan kedai-kedai kopi khas di Taichung, Changhua, Nantou dan Chiayi, melalui “Taiwan Coffee Map”, masyarakat diajak untuk menikmati wangi kopi khas di berbagai tempat. Mulai dari Gukeng Green Tunnel diperpanjang ke kedai-kedai kopi di berbagai tempat, masyarakat dapat berkunjung, menjelajahi dan memahami lebih mendalam karakteristik kopi Taiwan.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo mengatakan, Indonesia memiliki beragam kopi berkualitas dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Setiap daerah menghadirkan karakteristik, aroma dan cita rasa yang berbeda, menjadikan Indonesia berpotensi besar dalam memenuhi kebutuhan pasar yang beragam. Dengan tema “Colorful World”, diharapkan Festival Kopi Taiwan bermula dari Yunlin, menghubungkan Taiwan dengan dunia, melalui kopi, melakukan pertukaran dengan negara-negara lain, agar masyarakat dunia dapat berkunjung ke Yunlin, sekaligus bisa meningkatkan visibilitas kopi Taiwan.
Festival Kopi Taiwan 2026 akan digelar pada tanggal 31 Oktober, 1 November, 7 November dan 8 November yang berlokasi di Gukeng Green Tunnel, Yunlin. Acara menarik yang berlangsung 4 hari tersebut, mengajak warga seluruh dunia untuk datang ke Gukeng, menikmati kopi dan bersama-sama merasakan “Colourful World” di Yunlin.