Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu Chao-hsieh menghadiri jamuan malam "Dialog Keamanan Taipei 2026" pada kemarin malam (9/9), dan menyampaikan pidato berjudul "Tantangan Keamanan dan Langkah Maju untuk Taiwan." Joseph Wu menunjuk, sejak tahun 2016, ancaman keamanan yang dihadapi Taiwan telah mengalami beberapa perubahan signifikan. Pertama, Tiongkok telah dengan cepat memperluas kekuatan militernya. Sejak tahun 2022, hampir menjadi hal yang rutin bagi pesawat militer, kapal perang, dan kapal penjaga pantai Tiongkok untuk melintasi garis tengah Selat Taiwan, dan Tiongkok terus memberikan tekanan pada Taiwan melalui "patroli kesiapan tempur bersama" dan latihan militer skala besar.
Kedua, Tiongkok terus menggunakan kapal penjaga pantai, kapal penelitian, dan jenis kapal lainnya untuk mengintervensi di zona abu-abu. Joseph Wu mengatakan, pada bulan Juni tahun ini, penjaga pantai dan kapal penjaga pantai Tiongkok bahkan melakukan operasi yang disebut "penegakan hukum maritim" di dalam zona ekonomi eksklusif timur Taiwan, dan Tiongkok juga menggunakan klaim hak maritim ilegal untuk memajukan tujuan ekspansionisnya.
Joseph Wu lebih lanjut mengatakan, Tiongkok telah mempersenjatai "Kebijakan Satu Tiongkok," mulai dari menghalangi partisipasi Taiwan dalam acara internasional dan menghambat kunjungan tingkat tinggi ke negara-negara sahabat, hingga menggunakan "Kebijakan Satu Tiongkok" sebagai dasar untuk melancarkan penegakan hukum di zona ekonomi eksklusif Taiwan dan latihan militer. Semua ini menunjukkan bahwa "Kebijakan Satu Tiongkok" telah menjadi bagian dari perang hukum dan paksaan militer Tiongkok.
Joseph Wu menekankan bahwa Taiwan bukanlah satu-satunya target Tiongkok, karena pengerahan militer maritim Tiongkok telah meluas ke seluruh Rantai Pulau Pertama dalam beberapa tahun terakhir. Tiongkok telah berulang kali mengerahkan lebih dari 100 kapal secara bersamaan di Rantai Pulau Pertama dan Pasifik Barat. Rantai Pulau Pertama telah menjadi garis depan ekspansionisme Tiongkok, dan Taiwan adalah fokus dari peningkatan tindakan paksaan Tiongkok.