(Taiwan, ROC) -- Taiwan mulai membuka peluang bagi tenaga kerja asing terampil untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan dan akomodasi. Kebijakan ini merupakan bagian dari “Program Peningkatan Tenaga Kerja Teknis Transnasional” yang mulai diterapkan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan sejak Januari 2026.
Sebagai tahap pertama, sebanyak 35 tenaga kerja terampil asal Indonesia yang direkrut Hotel Regent Taipei pada pagi hari ini (14/9) telah tiba di Taiwan. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Direktur Pusat Rekrutmen Tenaga Kerja Transnasional, Badan Pengembangan Tenaga Kerja Taiwan, Huang Wei-cheng (黃偉誠), bersama Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, dan perwakilan Ditjen Pariwisata Taiwan di Bandara Internasional Taoyuan.
Dalam kata sambutannya Huang Wei-cheng mengemukakan, berbeda dengan pekerja migran pada umumnya, tenaga kerja terampil harus memenuhi persyaratan pendidikan, keterampilan, serta kemampuan bahasa tertentu. Ke-35 pekerja tersebut sebelumnya telah menjalani pelatihan dan magang di hotel-hotel Taiwan, termasuk setidaknya satu tahun pengalaman di Hotel Regent Taipei, sehingga dinilai dapat lebih cepat beradaptasi dan langsung bekerja.
Hotel Regent Taipei menjadi perusahaan pertama di industri perhotelan yang berhasil memperoleh izin perekrutan melalui program tersebut. Pihak hotel mengatakan para pekerja Indonesia yang direkrut memiliki kinerja baik selama masa magang, sehingga mereka kemudian diundang untuk bergabung sebagai karyawan tetap.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini (14/9) merupakan mementum bersejarah, karena untuk pertama kalinya sektor perhotelan Taiwan dibuka untuk pekerja migran dan Indonesia menjadi negara pertama yang memperoleh kesempatan ini, selain mengucapkan selama datang, itu beliau juga menyebut kedatangan 35 pekerja Indonesia ini sebagai tonggak penting dalam kerja sama Indonesia-Taiwan. Dirinya menuturkan, sektor pelayanan hotel membutuhkan keterampilan profesional, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta orientasi pelayanan yang tinggi, diyakini karakter tersebut merupakan salah satu keunggulan dari tenaga kerja Indonesia.
Bapak Arif juga mengingatkan para pekerja Indonesia agar dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung kejujuran dan profesionalisme, serta mematuhi hukum Taiwan demi menjaga citra positif Indonesia.
Salah seorang pekerja, Martin, yang sebelumnya pernah bekerja di Hotel Regent Taipei pada 2024, menyebutkan jika dirinya dapat kembali ke Taiwan karena merasa lingkungan kerja dan masyarakat Taiwan sangat ramah. Dirinya juga menilai kondisi gaji di Taiwan lebih baik ketimbang di Indonesia. Karena itu, ia berharap dapat terus bekerja dan tinggal di Taiwan jika mendapat kesempatan.
Lebih dari 60 pelaku usaha perhotelan dan akomodasi di Taiwan hingga akhir Agustus 2026 lalu dikabarkan telah mengajukan proses rekrutmen tenaga kerja lokal, dengan total kebutuhan lebih dari 600 pekerja. Pemerintah Taiwan berharap skema ini dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kondisi kerja dan upah pekerja lokal.