(Taiwan, ROC) - 35 tenaga teknis asal Indonesia yang direkrut oleh Hotel Regent Taipei tiba di Taiwan pada hari Senin (14 September). Mereka menjadi kelompok pertama tenaga teknis asing untuk industri perhotelan yang resmi memasuki Taiwan sejak “Program Peningkatan Tenaga Teknis Lintas Negara” diberlakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada tahun ini, membuka kesempatan bagi industri perhotelan untuk merekrut tenaga teknis asing dalam mengatasi kekurangan tenaga kerja di industri perhotelan Taiwan.
Menurut MOL, Hotel Regent Taipei memperoleh izin untuk merekrut 35 tenaga teknis asing asal Indonesia pada 13 Agustus. Seluruh pekerja tersebut sebelumnya pernah mengikuti pelatihan keterampilan dan magang di Hotel Regent, sehingga telah memiliki pengalaman di bidang pelayanan perhotelan serta memahami lingkungan kerja dan budaya tempat kerja di Taiwan. Setelah tiba di Taiwan, mereka diharapkan dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan pekerjaan seperti tata graha, reservasi kamar, dan penerimaan tamu.
MOL menjelaskan, “Program Peningkatan Tenaga Teknis Lintas Negara” bukan sekadar menambah tenaga kerja asing, melainkan menggabungkan upaya mengatasi kekurangan tenaga kerja dengan peningkatan kondisi kerja pekerja lokal.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, tenaga teknis asing di industri perhotelan harus menerima gaji rutin bulanan minimal NT$32.000 serta memenuhi persyaratan bahasa dan keterampilan yang ditetapkan. Untuk mendapatkan kuota perekrutan tenaga teknis asing dari luar negeri, perusahaan juga diwajibkan menaikkan gaji pekerja lokal penuh waktu pada posisi dasar dengan upah terendah sedikitnya NT$2.000. Setiap kenaikan gaji untuk satu pekerja lokal akan memberikan kuota untuk merekrut satu tenaga teknis asing, dengan jumlah keseluruhan maksimal 10 persen dari jumlah pekerja yang diasuransikan perusahaan.
Melalui skema “kenaikan gaji pekerja lokal dan penambahan tenaga teknis asing”, pemerintah berharap dapat mengisi kekurangan tenaga kerja di industri sekaligus mendorong peningkatan pendapatan pekerja di tingkat dasar.
Wakil Kepala Pusat Perekrutan Tenaga Kerja Lintas Negara, Badan Pengembangan Tenaga Kerja (WDA), Huang Wei-cheng (黃偉誠) mengatakan, setelah Hotel Regent Taipei memperoleh izin perekrutan pertama, cukup banyak perusahaan di sektor perhotelan yang menyatakan minat untuk merekrut tenaga teknis asing.
Menurutnya, hingga akhir Agustus tahun ini, lebih dari 60 perusahaan perhotelan telah mengajukan prosedur perekrutan tenaga kerja di dalam negeri, dengan total kebutuhan lebih dari 600 pekerja. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan industri perhotelan terhadap sumber tenaga kerja yang stabil.
MOL menegaskan, industri perhotelan merupakan sektor pelayanan terdepan dalam industri pariwisata, maka ketersediaan dan kestabilan tenaga kerja akan secara langsung memengaruhi kualitas akomodasi serta pengalaman wisatawan.
Ke depan, MOL akan bekerja sama dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) untuk mendorong penerapan sistem tenaga teknis asing, dengan mendatangkan pekerja yang memiliki keterampilan profesional serta kemampuan bahasa Mandarin, Inggris, dan bahasa lainnya guna membantu industri perhotelan mengatasi kekurangan tenaga kerja.