(Taiwan, ROC) - Wakil Menteri Perekonomian Taiwan Lai Chien-hsin (賴建信) menghadiri Pertemuan Menteri Energi APEC ke-16 di Beijing, Tiongkok, pada 10–11 September, berbagi pengalaman Taiwan dalam menjaga pasokan listrik, juga bertukar pengalaman dengan anggota APEC lainnya mengenai keamanan dan ketahanan energi.
Berdasarkan keterangan pers yang dirilis pada hari Senin (14 September), Kementerian Perekonomian (MOEA) Taiwan mengetengahkan, di tengah pesatnya perkembangan AI dan industri teknologi tinggi serta perubahan geopolitik yang terus memengaruhi kondisi energi global, Taiwan berbagi pengalaman dalam menjaga pasokan listrik yang stabil melalui empat pendekatan utama, yaitu pengembangan energi hijau yang beragam, penghematan energi secara intensif, penyimpanan energi berbasis teknologi, dan penguatan jaringan listrik.
Menurut MOEA, dalam pidato pembukaannya, Lai berbagi langkah Taiwan dalam menghadapi peningkatan kebutuhan listrik dari AI, industri teknologi tinggi, dan pusat data, juga menegaskan bahwa Taiwan terus mengembangkan beragam sumber energi hijau dan mendorong penghematan energi secara intensif untuk memastikan pasokan listrik yang cukup, stabil, dan tangguh.
MOEA mengatakan, Taiwan menggunakan pendekatan antisipatif dalam memproyeksikan kebutuhan listrik dan merencanakan pengembangan energi, dan telah membangun mekanisme untuk meninjau kondisi pasokan dan permintaan listrik setiap tahun, sekaligus melakukan evaluasi bergulir terhadap kebutuhan dalam 10 tahun ke depan.
Dalam perencanaan tersebut, lanjut MOEA, berbagai tren seperti pertumbuhan ekonomi, perkembangan AI, industri semikonduktor, pusat data, serta investasi industri berskala besar turut diperhitungkan. Dengan demikian, kebutuhan listrik dan sumber daya untuk pengelolaan sistem dapat dipersiapkan lebih awal.
MOEA menambahkan, Taiwan selama ini aktif berpartisipasi dalam APEC. Berbagai pencapaian Taiwan dalam pengaturan frekuensi jaringan listrik, penyimpanan energi, serta penerapan AI di sektor energi beberapa kali disebut oleh anggota APEC lainnya sebagai contoh yang dapat dijadikan acuan; sementara selama pertemuan, Wakil Menteri Lai juga melakukan pertukaran pandangan dengan para menteri energi dari ekonomi anggota APEC lainnya, berbagi hasil nyata Taiwan dalam menjaga kestabilan pasokan listrik dan menjalankan transisi energi.
Melalui APEC sebagai platform multilateral penting, tegas MOEA, Taiwan akan terus memperdalam pertukaran dan hubungan dengan mitra-mitra di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus berpartisipasi aktif dalam kerja sama kebijakan dan teknologi energi regional untuk bersama-sama meningkatkan keamanan dan ketahanan energi di kawasan Asia-Pasifik.