Terkait dengan pendirian kantor perwakilan di Cebu, Filipina, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) pada hari ini (15/9) menyampaikan, bahwa menghadapi perkembangan situasi geopolitik, Taiwan dan Filipina memiliki kepentingan bersama dalam bidang keamanan, ekonomi, dan pertukaran personel. Pendirian kantor di Cebu akan semakin memfasilitasi pengembangan "Koridor Ekonomi Taiwan-Filipina" dan pekerjaan terkait sudah berjalan dan "berlanjut dengan lancar."
Hubungan antara Taiwan dan Filipina tengah menghangat beberapa tahun belakangan ini. Menlu Lin Chia-lung dalam sebuah wawancara program radio Bahasa Mandarin “POP News” menyampaikan, kedua belah pihak saling bergantung di rantai pulau pertama. Keduanya adalah negara demokratis dan bebas, keduanya ditindas oleh Tiongkok, keduanya bersahabat dengan Amerika Serikat, dan keduanya bekerja keras untuk mengintegrasikan ketahanan rantai pasokan. Berbagai pertukaran juga semakin sering terjadi.
Lin Chia-lung mengemukakan, pendirian kantor perwakilan baru di Filipina tidak hanya untuk melayani lebih banyak orang, tapi juga mengembangkan “Koridor Ekonomi Taiwan – Filipina”. Lin Chia-lung mengatakan, “Hal ini tengah berjalan dan berkembang dengan lancar; bahkan, persiapannya, yang mana Anda perlu mendirikan kantor, mempekerjakan staf, dan semua pekerjaan terkait sedang diproses."
Lin Chia-lung menyampaikan, Filipina dan Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan “Koridor Ekonomi Luzon”. Contohnya, AS merencanakan untuk mendirikan zona keamanan ekonomi di Pangkalan Udara Clark, yang semuanya terkait dengan kerja sama rantai pasokan. Ketika Filipina ingin mengembangkan semikonduktor atau industri AI, Taiwan adalah mitra terbaiknya.