(Taiwan, ROC) Public Television Service (PTS) bekerja sama dengan Public Media Alliance (PMA) menggelar simposium internasional PTS 2024, yang bertemakan “Peluang dan tantangan yang dihadapi media publik pada era AI (Opportunities dan Challenges Faced by PSM in The Age of AI)” pada tanggal 6 September 2024 di aula konferensi fakultas hukum, National Taiwan University (NTU) di Kota Taipei.
Simposium yang dihelat terbagi atas 2 sesi, dan menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan jurnalis yang berasal dari berbagai negara diantaranya Kristian Porter dari CEO Public Media Alliance (PMA) sebagai keynote. Untuk sesi pertama menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan jurnalis diantaranya Direktur New Media Lab and International Affairs, France TV - Eric Scherer; Manajer of Innovation, RTVE - David Corral; peneliti media NHK - Tsubasa Uchida dan Digital Editor, RNZ - Rhonwyn Newson memberikan paparan masing-masing terkait hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kalangan media dalam menghadapi tantangan pada era AI.
Sedangkan untuk sesi kedua menghadirkan narasumber yang terdiri dari: Senior Tehnology Manager Duetsche Welle-AI Team-Ruth Khun yang membagikan isu-isu terkait strategi, tantangan dan peluang yang dihadapi media, sehingga media perlu merangkul AI dan mempertahankan kesadaran akan AI. Ruth Khun menjelaskan kalangan jurnalis antusias mengejar kemajuan tehnologi dan menjadikan emplementasi yang dihadapi sebagai tantangan. Dilanjutkan dengan dengan topik “produksi program acara dengan AI” yang disampaikan oleh Producer STV-Tom Simon Staffans yang mengambil contoh pembuatan program acara "The Christmas Miracle", dan Senior Director of Content, PBS KIDS – Abby Jenkins yang membicarakan AI dan masa depan anak-anak dengan media interaktif.
Tahun 2024, Artificial Intellegence (kecerdasan buatan) dalam sekejap menjadi ilmu yang menonjol, dunoa maya terus mengalami perubahan bukan lagi sekedar mitos, melalui AI dapat menganalisa data besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya, AI bermanfaat untuk tugas mengidentifikasi dan mencegah permasalahan, sehingga efisiensi kerja manusia meningkat secara signifikan. Di masa mendatang pekerjaan rutin dapat dilakukan oleh AI, memungkinkan waktu dan konsentrasi manusia beralih ke perencanaan strategis dan kreativitas, sehingga daya kompetitif semakin dapat ditingkatkan.