(Taiwan, ROC) -- Taiwan dan Polandia menandatangani "Nota Kesepahaman Tim Kerja Sama Taiwan-Polandia di Bidang Energi Hidrogen" tahun lalu. Dalam rapat perdana tim kerja tersebut kemarin (17/4), Direktorat Jenderal Energi menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah melakukan diskusi mengenai kebijakan dan teknologi energi hidrogen, penerapan pengurangan karbon dengan energi hidrogen, stasiun pengisian bahan bakar hidrogen, dan isu-isu lainnya. Pihaknya berencana akan menggunakan topik-topik diskusi tersebut sebagai landasan untuk merencanakan peluang kerja sama yang besar di masa depan.
Ditjen Energi hari ini (18/4) menjelaskan bahwa Polandia telah mengumumkan "Strategi Hidrogen Polandia hingga 2030 dengan Proyeksi hingga 2040" pada bulan November 2021. Strategi tersebut bertujuan untuk memanfaatkan energi hidrogen dalam sektor energi, penyediaan panas, transportasi, dan industri, dengan tujuan menjaga daya saing industri sambil mempromosikan pengurangan emisi karbon.
Sementara itu, Taiwan juga telah mengajukan "Jalur dan Strategi Transformasi Emisi Nol Bersih 2050" pada tahun 2022, dengan menyertakan energi hidrogen sebagai salah satu dari 12 strategi kunci.
Pertemuan tim kerja dipimpin oleh Wakil Kepala Ditjen Energi Taiwan, Wu Chih-wei (吳志偉) beserta Wakil Direktur Kementerian Iklim dan Lingkungan Polandia, Marek Popiołek. Pertemuan ini juga dihadiri oleh delegasi Taiwan, termasuk anggota tim promosi energi hidrogen Kementerian Ekonomi.
Selama rapat, Ditjen Energi melaporkan kebijakan dan perkembangan teknologi energi hidrogen di Taiwan, sementara Departemen Teknologi dan Industri membagikan kemajuan pengembangan teknologi untuk sistem daya sel bahan bakar kendaraan hidrogen di Taiwan.
Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI) Taiwan juga menjelaskan perkembangan teknologi produksi hidrogen melalui elektrolisis air, sementara CPC Corporation memperkenalkan rencana demonstrasi dan verifikasi untuk stasiun pengisian bahan bakar hidrogen bergerak pertama.