(Taiwan ROC) --- Rumah Sakit Kaohsiung Min-Sheng (Kaohsiung Municipal Min-Sheng Hospital) telah mengalami insiden kelalaian medis serius yang mengejutkan banyak pihak, tetapi ini bukanlah kasus pertama yang menimpa rumah sakit tersebut.
Beberapa kasus yang pernah menimpa rumah sakit tersebut, meliputi seorang dokter ortopedi bermarga Lin (林姓) yang diduga menerima suap dari perusahaan farmasi selama lima tahun.
Selain itu, masih ada kasus penipuan klaim asuransi yang melibatkan keluarga Wen yang sempat menghebohkan.
Bahkan layanan pemeriksaan kesehatan milik Rumah Sakit Min-Sheng gagal saat dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), yang tentunya berdampak pada pendapatan kas daerah, bahkan mencapai jutaan dolar.

圖/聯合報
Rentetan masalah di atas telah menyebabkan rumah sakit tersebut diturunkan statusnya dari rumah sakit regional menjadi rumah sakit lokal, dan hingga kini tidak ada pusat medis yang bersedia mengambil alih.
Kontroversi Rumah Sakit Min-Sheng terus berlanjut, termasuk kasus keluarga Wen yang melakukan penipuan klaim asuransi sebesar NT$30 juta pada tahun 1995. Kala itu, Biro Kesehatan Kota Kaohsiung sempat menurunkan status rumah sakit bersangkutan karena buruknya manajemen.
Pada tahun 2011, seorang dokter ortopedi bermarga Lin terungkap menerima suap bulanan dari perusahaan farmasi sebesar NT$70 ribu hingga NT$300 ribu selama lima tahun, yang kemudian berdampak pada reputasi rumah sakit.
Masyarakat juga menemukan bahwa Rumah Sakit Min-Sheng sering memasang iklan lowongan kerja di situs web pencari kerja. Lowongan yang ditawarkan mulai dari mencari perawat untuk ditempatkan di poliklinik, UGD hingga ruang ICU, dan bahkan mereka yang baru lulus tanpa pengalaman kerja, juga bisa melamar. Hal ini menunjukkan kondisi kekurangan staf yang terus-menerus dan rotasi staf di rumah sakit tersebut yang terbilang tinggi.
Kurang familiar dengan prosedur internal rumah sakit dan tergesa-gesa dalam menangani pasien, dapat dengan mudah menyebabkan masalah.
Karena berulang kali terjadi insiden di Rumah Sakit Min-Sheng, menyebabkan reputasi rumah sakit menjadi buruk.
Hal ini sedikit berbeda dengan Rumah Sakit Feng-Shan yang meski defisit, tetapi masih bersedia diambil alih oleh Rumah Sakit Chang Gung Kaohsiung, dan Rumah Sakit Datung Kaohsiung juga diambil alih oleh sistem Rumah Sakit Kaohsiung.
Sebaliknya, hingga saat ini tidak ada pusat medis yang bersedia mengambil alih Rumah Sakit Min-Sheng.
Setelah insiden operasi salah yang terjadi di Rumah Sakit Min-Sheng, para politisi dari berbagai partai di Kaohsiung, baik dari Partai KMT (Kuomintang) maupun Partai Progresif Demokrat (DPP), ramai-ramai mengecam rumah sakit tersebut.
Anggota dewan dari Partai KMT, Lee Ya-ching (李雅靜), dengan pedas mengkritik pihak rumah sakit. Dia menyatakan bahwa sangat sulit untuk dipercaya bahwa tindakan yang begitu ceroboh dapat terjadi di rumah sakit kota Kaohsiung.
Lee Ya-ching juga menekankan bahwa rumah sakit memiliki standar identifikasi pasien untuk menjalankan prosedur operasi. Namun standar ini gagal melakukan identifikasi terhadap pasien hingga 5 tahap berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit tidak bekerja dengan baik.
Anggota dewan dari Partai DPP, Lin Chih-hung (林智鴻), mendesak Biro Kesehatan Kota Kaohsiung untuk menjatuhkan sanksi pada Rumah Sakit Min-Sheng berdasarkan Undang-Undang Medis. Dia juga meminta agar staf rumah sakit yang terkait, diproses sesuai dengan Undang-Undang Kedokteran.
Lebih lanjut, Lin Chih-hung menuntut sanksi atas kelalaian administrasi yang menyebabkan insiden operasi salah ini terjadi.
Untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan, Lin Chih-hung, mendorong penggunaan teknologi AI untuk membantu identifikasi pasien.