(Taiwan, ROC) --- Kebijakan daur ulang baru di Kabupaten Changhua mulai berlaku efektif per 1 Juli 2024. Kebijakan ini disertai dengan peningkatan intensitas pemeriksaan di fasilitas pembuangan akhir sampah.
Sejumlah truk pengangkut sampah dari Kota Changhua, Lukang, Fuxing, Shen'gang, dan wilayah lainnya dilaporkan telah ditolak.
Di Xiushui, dua truk pengangkut sampah ditolak karena ditemukan satu kantong berisi lebih dari 12 gelas plastik dan satu kantong lainnya mengandung sepertiga ampas teh. Kondisi ini mengakibatkan seluruh sampah dari kawasan Xiushui ditolak.

Sampah dari kawasan Xiushui ditolak karena terdapat beberapa sampah yang tidak dipilah. 圖/LINETODAY
Kebijakan daur ulang baru di Kabupaten Changhua ini secara resmi diluncurkan pada 1 Juli 2024, dengan fasilitas pembuangan akhir yang memperketat proses pemeriksaan sampah.
Beberapa truk sampah milik Dinas Kebersihan Kota Changhua dan kawasan Xiushui telah "ditolak secara keseluruhan", karena penduduk tidak memilah sampah daur ulang dan sampah umum sesuai pedoman yang berlaku.
Dinas Kebersihan Xiushui menyampaikan kepada media bahwa dalam pemeriksaan fasilitas pembuangan akhir baru-baru ini, dua truk sampah ditolak secara berurutan karena satu kantong sampah kedapatan berisi lebih dari 12 gelas plastik dan satu kantong sampah lainnya mengandung sepertiga ampas teh.
Hal ini mengakibatkan lebih dari 40 metrik ton sampah dari seluruh kawasan Xiushui "ditolak secara keseluruhan" dalam kurun waktu dua hari.
Dinas Kebersihan Xiushui menjelaskan bahwa selama satu tahun terakhir, petugas pengumpulan sampah telah melaksanakan pemeriksaan di sepanjang rute dengan membuka kantong sampah, dan secara berkelanjutan mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah melalui berbagai metode.
Sejak 1 Juli, pemeriksaan "buka kantong" di depan truk sampah telah diterapkan lebih lanjut, tetapi tingkat ketidaksesuaian masih mencapai 70%.
Untuk mencegah penolakan sampah di kemudian hari, penduduk diimbau untuk memilah sampah dengan benar sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dinas Kebersihan Xiushui menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan yang diberikan.
Masyarakat kurang memahami mengapa ampas daun teh dapat menyebabkan truk sampah ditolak. Dinas Kebersihan Xiushui menjelaskan bahwa daun murni, ampas daun teh, ampas kopi, dan ampas obat-obatan tradisional Tiongkok termasuk dalam kategori "sampah dapur organik". Untuk ranting pohon dari rumah tangga, Dinas Kebersihan akan mengangkut dan menghancurkannya dengan truk khusus.

Ditemukan beberapa sampah daur ulang yang digabung bersama dengan sampah umum, menyebabkan sampah di Xiushui ditolak. 圖/自由時報
Dalam siaran persnya, Biro Perlindungan Lingkungan Kabupaten Changhua menyatakan bahwa kebijakan daur ulang baru yang mulai berlaku pada 1 Juli 2024, selain mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Kebersihan di setiap kabupaten dan kota, juga disertai dengan standar pemeriksaan yang lebih ketat di fasilitas pembuangan akhir.
Dari 18 truk yang diperiksa, 7 truk di antaranya kedapatan membawa sampah daur ulang dan sampah dapur yang melebihi standar, sehingga seluruh muatan truk ditolak. Pelanggaran terbanyak adalah wadah kertas dan wadah plastik.
Biro Perlindungan Lingkungan menekankan bahwa kategori daur ulang meliputi 20 jenis, termasuk kertas, wadah kertas, berbagai jenis logam, wadah kaca, dan lain sebagainya.
Sering kali terdapat kesalahpahaman bahwa wadah kertas yang telah terkontaminasi makanan tidak perlu didaur ulang karena berminyak.
Padahal, wadah kertas sekali pakai yang umum, seperti cangkir kertas, kotak makan kertas, dan nampan kertas dapat didaur ulang setelah dibersihkan, dipilah, dan ditumpuk.
Wadah plastik, setelah dipilah, sebagian akan diolah menjadi butiran plastik untuk memasuki sistem daur ulang sumber daya, sedangkan bahan komposit atau barang dengan nilai daur ulang rendah akan diproses melalui jalur daur ulang energi.

Ditemukan beberapa sampah daur ulang yang digabung bersama dengan sampah umum, menyebabkan sampah di Xiushui ditolak. 圖/自由時報
Biro Perlindungan Lingkungan menyatakan bahwa Dinas Kebersihan di setiap kabupaten dan kota akan memeriksa sampah yang dibuang oleh masyarakat di sepanjang rute pengumpulan.
Jika ditemukan tiga atau lebih sampah daur ulang dalam satu kantong sampah, petugas akan memberikan arahan langsung untuk memisahkan sampah daur ulang ke dalam kantong yang sesuai.
Jika satu kantong sampah berisi terlalu banyak sampah daur ulang, petugas berhak menolak untuk mengangkutnya. Jika teguran tidak diindahkan, maka denda maksimum sebesar NT$6.000 dapat dikenakan berdasarkan Undang-Undang Pembersihan Sampah.
Masyarakat dihimbau untuk menghargai kerja keras para petugas kebersihan dalam mengumpulkan dan mengangkut sampah.