(Taiwan, ROC) -- Menteri Ekonomi Taiwan, J.W. Kuo (郭智輝) mengadakan konferensi pers untuk media berbahasa Mandarin di Washington D.C pada 26 Juni waktu Taipei. Menanggapi masalah kekurangan tenaga kerja dan talenta di Taiwan, J.W. Kuo menyampaikan, bahwa pemerintah sedang memperhitungkan kesenjangan talenta di industri teknologi dan industri lainnya untuk masa depan hingga tahun 2040, kemudian mengevaluasi perlunya keterbukaan. Mengenai jumlah talenta dan pekerja migran asing yang datang ke Taiwan, ia secara pribadi yakin bahwa kesenjangan tersebut akan berkisar 500.000, utamanya pada industri manufaktur dan jasa kelas atas.
J.W. Kuo baru-baru ini berbicara tentang penggunaan metode “panah peminjaman perahu jerami” untuk mempromosikan aliran bakat. Dalam konferensi pers, ia menekankan, bahwa Taiwan sedang menghadapi penurunan angka kelahiran dan karena perekonomian yang baik, perusahaan dapat memperluas tata letak mereka di luar negeri dan permintaan talenta pun meningkat. Ia yakin, bahwa Taiwan dapat memulai dengan pendidikan, mengizinkan para pelajar asing datang ke Taiwan, belajar di universitas. Setelah lulus, mereka dapat mengikuti pelatihan layanan perusahaan selama beberapa tahun, kemudian dikirim kembali untuk bertugas di perusahaan yang berbasis di Taiwan, tapi berada di negara asal mereka, memecahkan masalah kekurangan talenta bagi perusahaan yang berinvestasi di luar negeri.
J.W. Kuo juga mengusulkan skenario lain, yaitu ketika ada banyak perusahaan AI dan teknologi internasional besar datang ke Taiwan untuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan, serta pusat data. Mereka akan menyerap talenta Taiwan dan mempengaruhi operasional perusahaan Taiwan. Ia menegaskan, dalam kasus investasi yang ditanganinya, produsen akan diharuskan untuk membawa sejumlah talenta asing ke Taiwan. Contohnya, perusahaan teknologi Nvidia berinvestasi ke Taiwan. Jika mereka ingin mempekerjakan 1.000 insinyur, mereka setidaknya harus membawa 500 insinyur asing ke Taiwan, membuat semua orang saling berkomunikasi dan tumbuh bersama, membuat Taiwan menjadi pusat penelitian dan pengembangan internasional.
Ia menyampaikan, untuk memperkenalkan para talenta asing, peraturan perlu dilonggarkan, termasuk pajak pemasukan, kebijakan imigrasi, serta berbagai hal lain untuk menarik para talenta sains dan teknologi untuk bekerja di Taiwan. Yuan Eksekutif juga dapat rencana terkait dan ia percaya dengan adanya kekurangan talenta lokal serta tingkat kelahiran yang terus menurun, meskipun talenta asing diperkenalkan, hal tersebut tidak akan berdampak pada pasar tenaga kerja lokal.
J.W Kuo menunjukkan, bahwa Taiwan memiliki keunggulan dalam bidang semikonduktor dan AI, dan juga memiliki standar tertentu di bidang khusus, seperti medis dan bioteknologi. Talenta asing yang datang ke Taiwan dapat segera melakukan penelitian dan bekeraja sama dengan talenta luar biasa Taiwan, tumbuh dengan cepat. “Saya sangat yakin dengan hal ini.” Ia juga menyampaikan, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS), ia juga berharap untuk dapat mengundang universitas-universitas terkemuka di Amerika untuk membuat kampus cabang di Taiwan, merekrut pelajar Taiwan dan pelajar asing, menyediakan beasiswa penuh dari perusahaan, sehingga para pelajar asing dapat belajar di Taiwan tanpa khawatir, serta memiliki kesempatan untuk menetap dan bekerja di Taiwan secara langsung setelah lulus.