(Taiwan, ROC) Baru-baru ini Singapura mengizinkan 16 jenis serangga yang dijadikan sebagai makanan, ke-16 jenis serangga ini memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan. Serangga yang dikonsumsi adalah jenis yang dibudidayakan bukan serangga liar. Faktanya, di dunia terdapat lebih dari 1.000 spesies serangga yang tersedia untuk dikonsumsi, dan budidaya serangga tersebut memerlukan lebih banyak sumber daya dan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan ternak tradisional. Sedangkan sepsies serangga yang masuk dalam daftar dapat dikonsumsi tidak lebih dari 10 jenis. Selain dapat diterima oleh masyarakat, perbedaan budaya makanan dan lainnya, kira-kira apa yang menjadi hambatan untuk mempromosikan jenis makanan ini? Sebenarnya di Taiwan sejak awal sudah ada catatan konsumsi serangga, selain berkaitan dengan pelestarian budaya juga memiliki makna tentang pendidikan dan perlindungan lingkungan.